Comscore Tracker

Asyiknya Ngabuburit sambil Berkuda, Tren Baru di Balikpapan

Komonitas berkuda di Balikpapan kian berkembang di sana

Balikpapan, IDN Times – Bulan suci Ramadan menjadi bulan di mana umat muslim berloma-lomba memperbanyak ibadah yang wajib dan sunah karena ganjaran pahanya yang berlipat ganda.

Nah, salah satu yang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia adalah tradisi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat, dan olah berkuda salah satu pilihannya.

“Olahraga berkuda merupakan sunah Rasulullah SAW, meski dalam bulan ramadan dimana tengah menjalani ibadah puasa, alhamdulillah olahraga ini bisa dilaksanakan,” ujar Pemilik Bang Kumis (BK) Stable Balikpapan, Abduh Kuddu, ditemui disela-sela aktifitasnya berkuda, Sabtu (24/4/2021).

Baca Juga: Melongok Hobi Berkuda di Bandar Lampung, Ingin Membumikan ke Khalayak

1. Bekeliling menyusuri tempat rekreasi

Asyiknya Ngabuburit sambil Berkuda, Tren Baru di BalikpapanNgabuburit dengan berkuda di Balikpapan (IDN Times/Hilmansyah)

Abduh mengatakan olahraga berkuda ini dilakukan rutin satu hingga dua kali dalam seminggu di hari biasa. Mereka bersama-sama menyusuri jalan perkampungan dan beberapa kawasan tempat rekreasi sambil menikmati pemandangan. Kegiatan fun riding ini dilakukan selama lebih kurang satu jam.

“Selama Ramadan, kegiatan berkuda bersama ini dilakukan hanya sore saja. Dan hari ini, kita susuri kawasan perkampungan kampung timur hingga Waduk Wonorejo, Balikpapan Utara,” jelasnya.

Bagi warga yang ingin merasakan sensasi berkuda di BK Stable, tempat ini buka setiap hari. Untuk berkuda dengan dua kali putaran, cukup membayar Rp25 ribu rupiah. Sebelum naik kuda, penyewa akan dipinjamkan sepatu dan topi serta perlengkapan kuda.

Sedangkan untuk yang ingin kursus berkuda, hanya cukup membayar Rp500 ribu untik empat kali pertemuan selama sebulan.

2. Olahraga berkuda kian berkembang di Balikpapan

Asyiknya Ngabuburit sambil Berkuda, Tren Baru di BalikpapanKomunitas Berkuda Balikpapan yang tergabung dalam BK Stable Balikpapan Utara (IDN Times/Hilmansyah)

Kegiatan seperti ini juga, katanya, sebagai upaya lebih memperkenalkan olahraga berkuda ini kepada warga kota Balikpapan. Ini jga sebagai alternatif pilihan yang saat ini tengah tren berkuda yang sedang berkembang di kota itu.

Seiring dengan perkembangan olahraga berkuda ini di Balikpapan, saat ini, setidaknya ada lima stable atau tempat berlatih berkuda. Selain BK Stable Kampung Timur milik Abduh, masih ada Cindara Stable Km 13 milik Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Masud, BackWood Stable di BJ-BJ milik Jose, Dipta Garden Stable milik Rudi Dandito, dan Borneo Stable Km 8 Balikpapan Utara.

“Semua stable ini melayani masyarakat yang ingin menyalurkan hobinya untuk olah raga berkuda, mulai anak-anak hingga orang dewasa, di mana akan dibimbing langsung oleh groomer atau pelatih kuda profesional yang didatangkan dari Jawa,” jelas Abduh.

Baca Juga: 10 Penginapan Keluarga dengan Fasilitas Berkuda, Liburan Makin Asyik!

3. Masa depan Bang Kumis Stable Balikpapan

Asyiknya Ngabuburit sambil Berkuda, Tren Baru di BalikpapanNgabuburit dengan berkuda. Merawat kuda perlu keahlian khusus (IDN Times/Hilmansyah)

Di stable milik Abduh, ada sembilan ekor kuda. Lima di antaranya adalah miliknya pribadi dan empat lainnya titipan rekan komonitasnya. Kuda-kuda itu kebanyakan jenis kuda persilangan. Beberapa di antaranya sudah memiliki akte kelahiran atau nomor kuda.

“Harga kuda di sini mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Abduh pun menyampaikan mimpinya menjadikan BK Stable sebagai sekolah berkuda dan olah raga panahan berkuda atau Horseback Archery.

Agung, groomer atau pelatih kuda profesional sengaja didatangkan ke BK Stable membagi pengalamannya. Bersama seorang asistenya, dia melatih kuda-kuda di stable tersebut setiap hari. Agung mengatakan ia memperoleh keterampilannya menjadi pelatih dan pengurus kuda sudah sejak muda dan diturunkan secara turun temurun dari kakeknya.

“Alhamdulillah saya sudah merawat kuda sejak usia 3 tahun sampai sekarang. Pengetahuan serta keterampilan berkuda ini saya beroleh secara turun temurun dari kakek saya, termasuk mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Baca Juga: Menikmati Serunya Wisata Berkuda di JSC Palembang 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya