Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Milfest 1448 H, Wamenag Minta Anak Dilibatkan dalam Kegiatan Literasi
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi'i (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Wamenag Muhammad Syafi'i meminta anak dilibatkan dalam kegiatan literasi Milfest 1448 H di Bogor agar orang tua dan keluarga turut membaca serta belajar.
  • Syafi'i mengusulkan kompetisi kreatif, termasuk lagu bertema sains, untuk menjadikan literasi kebiasaan sejak dini sekaligus mendukung lingkungan aman dan nyaman bagi anak.
  • Milfest berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan literasi, layanan sosial, bazar UMKM, wisata Percetakan Al-Qur'an, beasiswa, serta lomba Islami bagi anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i ingin ada pelibatan anak dalam berbagai kegiatan literasi. Tujuannya, untuk memperluas jangkauan gerakan membaca dan belajar di tengah masyarakat.

Kehadiran anak dalam setiap program dinilai mampu mendorong orang tua serta anggota keluarga lain ikut terlibat. sehingga budaya literasi berkembang lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Syafi'i saat membuka Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 Hijriah, di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Ciawi, Bogor, Kamis (30/7/2026). Festival tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama membangun budaya literasi melalui berbagai kegiatan edukatif yang dapat diikuti masyarakat.

"Kalau anak-anak kita libatkan, orang tuanya akan ikut," ujar Syafi'i.

1. Gerakan literasi tidak hanya untuk seremonial

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi'i (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Syafi'i meyakini, pendekatan yang berfokus pada anak akan membuat gerakan literasi berkembang menjadi kebiasaan sejak usia dini. Literasi pun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Untuk memperkaya penyelenggaraan Milfest, Wamenag mengusulkan lebih banyak kompetisi kreatif yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan seni. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah lomba menciptakan lagu bertema sains agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami anak-anak.

"Saya kira perlu juga perlombaan lagu-lagu ilmu pengetahuan. Misalnya lagu tentang flora dan fauna, bagaimana tumbuhan hidup dan bernapas. Hal-hal seperti ini bisa dijadikan lagu. Yang kreatif-kreatif seperti ini saya kira bisa dijadikan agenda rutin atau kalender kegiatan," ucap dia.

Selain lomba lagu, Syafi'i juga mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif lain sebagai media literasi. Cara tersebut dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun rasa ingin tahu anak terhadap ilmu pengetahuan.

Syafi'i, mengatakan perhatian terhadap anak selaras dengan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA). Program tersebut bertujuan menghadirkan lingkungan yang aman bagi anak, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.

2. Acara Milfest 1448 H berlangsung hingga 2 Agustus 2026

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan acara Milfest 1448 H berlangsung hingga 2 Agustus 2026. Dia menyampaikan, acara tersebut menghadirkan berbagai kegiatan literasi, layanan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, serta wisata edukasi Al-Qur'an yang dapat diikuti masyarakat.

"Melalui semangat Muharam, kami ingin terus mendorong budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis agar masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi derasnya arus informasi. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan mampu mengambil manfaat sebesar-besarnya dari perkembangan informasi yang begitu terbuka dan demokratis saat ini," ucap Abu.

3. Masyarakat juga bisa ikut meramaikan

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selama penyelenggaraan Milfest, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pameran buku, bedah buku dan temu penulis, seminar, talkshow, bazar UMKM, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, program wakaf Al-Qur'an, hingga beragam lomba Islami untuk anak seperti tahfiz, adzan, dai cilik, dan kaligrafi.

Pengunjung juga memperoleh kesempatan mengikuti wisata edukasi di Unit Percetakan Al-Qur'an Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur'an sejak tahap pracetak, produksi, hingga pemeriksaan akhir sebelum didistribusikan.

Selain menghadirkan edukasi seputar Al-Qur'an, Milfest menyediakan sesi literasi bagi calon mahasiswa baru mengenai informasi beasiswa perguruan tinggi, Mimbar Sastra yang menampilkan pembacaan puisi dan cerpen, serta Islamic Fashion Show.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin, bahkan jika memungkinkan dilaksanakan setiap akhir pekan, sehingga Kementerian Agama semakin dekat dan semakin dikenal masyarakat," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article