Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ancaman Siber ke Perempuan dan Anak Naik, IWCS Dorong Literasi Digital

Ancaman Siber ke Perempuan dan Anak Naik, IWCS Dorong Literasi Digital
Agenda Kartini Digital oleh IWCS di kantor IDN HQ, Jakarta, Kamis (30/4/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih

  • IWCS menegaskan pentingnya literasi digital bagi perempuan dan anak sebagai upaya melindungi kelompok rentan dari meningkatnya ancaman kejahatan siber di Indonesia.
  • BSSN mengungkap anak dan perempuan menjadi target utama serangan siber akibat perkembangan teknologi serta kewajiban akses internet dalam pendidikan yang membuka celah risiko baru.
  • Survei menunjukkan lebih dari 50 persen pengguna internet terpapar konten tidak layak setiap hari, menandakan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem digital yang aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ancaman keamanan siber terhadap perempuan dan anak di Indonesia dinilai semakin serius. Indonesia Women in Cyber Security (IWCS) menegaskan komitmennya memperluas edukasi literasi digital di tengah meningkatnya risiko kejahatan siber di ruang digital.

Perayaan ulang tahun ke-5 IWCS bertepatan dengan momentum Hari Kartini melalui agenda Kartini Digital di IDN HQ, Jakarta, Kamis (30/4/2026). Organisasi ini menekankan keamanan digital merupakan hak dasar setiap pengguna internet, terutama kelompok rentan.

Founder IWCS, Eva Noor, menyebut literasi digital harus menjangkau lebih banyak perempuan agar mereka tidak menjadi korban di ruang siber.

"Kita punya satu keyakinan bahwa keamanan digital itu bukan hanya urusan segelintir orang, tapi sesuatu yang harus dipahami oleh lebih banyak perempuan," ujar Eva Noor dalam sambutannya.

1. Jurnalis perempuan dinilai lebih rentan serangan siber

IMG_20260311_091908.jpg
Seorang jurnalis televisi merekam KM Lawit yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, menyoroti tingginya risiko yang dihadapi perempuan di ruang digital. Ia menyebut jurnalis perempuan memiliki risiko serangan siber hingga 10 kali lebih tinggi dibanding laki-laki.

Ia menekankan pentingnya perlindungan kelompok rentan, termasuk anak-anak, melalui regulasi penggunaan media sosial.

"Kita perlu melindungi perempuan yang less literate soal digital dan terutama anak-anak. Karena itu kami mendukung PP Tunas, pembatasan penggunaan media sosial sampai usia 16 tahun," kata Uni Lubis.

2. BSSN: anak dan perempuan jadi target utama ancaman siber

Screenshot_20260430_212402_Drive.jpg
Agenda Kartini Digital oleh IWCS di kantor IDN HQ, Jakarta, Kamis (30/4/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga menyoroti meningkatnya risiko di ruang digital, khususnya terhadap anak-anak dan perempuan.

Sandiman Ahli Madya BSSN, Nurul Sugiarti, menyebut perkembangan teknologi dan kewajiban akses internet dalam pendidikan membuka celah baru bagi ancaman siber.

Risiko tersebut mencakup perundungan daring, paparan konten negatif, hingga potensi eksploitasi digital terhadap anak.

3. Lebih dari 50 persen pengguna terpapar konten tidak layak

ilustrasi menggunakan gadget
ilustrasi menggunakan gadget (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Berdasarkan survei kesadaran keamanan siber dalam dua tahun terakhir, lebih dari 50 persen responden mengaku setiap hari terpapar konten tidak layak di internet.

Kondisi ini memperlihatkan tingginya risiko keamanan digital di Indonesia, terutama bagi pengguna muda yang aktif di media sosial.

"Risikonya itu ketika teman-temannya sudah bermedia sosial, termasuk anak saya akhirnya ikut bermedia sosial gitu ya. Nah itu banyak sekali gitu ya, bisa jadi dia menjadi apa korban cyber bullying tapi bisa juga tidak menjadi korban gitu tapi malah pelaku," ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, IWCS berharap perubahan besar dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah dan keluarga, guna menciptakan ekosistem digital Indonesia yang lebih aman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More