Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pangdam Mandala Trikora: TNI Tak Terlibat Isu Penculikan Mama Sinta

Pangdam Mandala Trikora: TNI Tak Terlibat Isu Penculikan Mama Sinta
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia bantah TNI terlibat kasus Mama Sinta. (Dok. Instagram Kodam Mandala Trikora).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan Mama Sinta dan menyebut informasi publik tidak sesuai fakta.
  • Ia memastikan tidak ada laporan anggota TNI bertindak di luar prosedur serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada narasi yang belum terverifikasi.
  • Mama Sinta menjelaskan perjalanannya ke Jakarta dilakukan atas inisiatif pribadi tanpa campur tangan TNI, membantah tuduhan penculikan maupun penggunaan pesawat khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan, TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan Yasinta Moiwend alias Mama Sinta yang ramai diperbincangkan.

Ia memastikan, informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan, ia juga menegaskan, tidak ada tindakan pemaksaan dalam keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta.

"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits kepada wartawan, Kamis,(11/6/2026).

1. Pangdam Trikora bantah keterlibatan TNI

Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia  bantah TNI terlibat kasus Mama Sinta. (Dok. Istimewa).
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia bantah TNI terlibat kasus Mama Sinta. (Dok. Istimewa).

Sementara itu, dia mengatakan, berdasarkan pengakuan Mama Sinta tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.

"Yang mengalami itu Mama Yasinta, dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ujar dia.

Pangdam juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat, termasuk penggunaan pesawat tertentu dalam proses pemindahan. Ia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.

“Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,” kata dia.

2. Tak ada laporan anggotanya bertindak di luar prosedur

Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia bantah TNI terlibat kasus Mama Sinta. (Dok. Instagram Kodam Mandala Trikora).
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia bantah TNI terlibat kasus Mama Sinta. (Dok. Instagram Kodam Mandala Trikora).

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus Mama Yasinta.

Menurut Pangdam, berkembangnya isu ini tidak lepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.

"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.

"Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,” kata dia.

3. Klarifikasi Mama Sinta soal penculikan oleh TNI

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta menyambangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau akrab disapa Mama Sinta menyambangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Mama Sinta mengaku kedatangannya ke Jakarta atas inisiatif dan biaya pribadi untuk menuntut keadilan atas pencatutan wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul "Pesta Babi".

"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam. Itu tidak ada, itu omong kosong. Itu namanya provokator," kata dia, Minggu (31/5/2026).

Dia juga menambahkan, dirinya tidak pernah bertemu dengan Haji Isam dan melakukan perjalanan dari Wanam ke Merauke, lalu membeli tiket pesawat ke Jayapura menuju Jakarta.

"TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More