Istana Sampaikan Duka Longsor di Cisarua Bandung Barat

- Masih ada korban hilang, operasi pencarian dilakukan hingga batas waktu darurat dicabut
- Pencarian korban hilang dilakukan hingga batas darurat bencana selesai, BPBD mendeklarasikan tanggap darurat selama 14 hari
- Basarnas sudah mengirimkan 29 bodypack untuk identifikasi korban, total warga yang dinyatakan hilang sebanyak 83 orang
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan duka cita atas longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat. Prasetyo mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih siapa dalam menghadapi perubahan iklim.
"Turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang kedepan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir," ujar Prasetyo di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
1. Masih ada korban hilang

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi pencari korban hilang secara regulasi memang tujuh hari. Namun, khusus peristiwa ini dia memastikan akan mengikuti masa darurat yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Begini. Operasi normalnya kami akan evaluasi pada tujuh hari. Namun dalam operasi-operasi tertentu kalau sebelum tujuh hari sudah bisa kami temukan korban, pasti kami akan selesaikan," ujar Syafii di Posko Basarnas dekat dengan lokasi kejadian, Senin (26/1/2026).
2. Pencarian korban hilang dilakukan hingga batas darurat bencana selesai

Menurutnya, dalam pencarian tidak bisa ditentukan berapa jumlah korban yang dapat ditemukan. Namun, proses pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu darurat dicabut pemerintah daerah.
"Terkait dengan kejadian di Cisarua ini merupakan dampak dari bencana hidrometeorologi, pemerintah daerah melalui BPBD juga sudah mendeklarasikan bahwa tanggap darurat akan dilaksanakan selama 14 hari," katanya.
"Itu yang sudah dideklarasikan. Dan keberadaan kami tentunya di cluster. Kami sektor dari operasi SAR di mana kendali penuh atau SAR Mission Coordinator ada di Kepala Kantor SAR Bandung. Melaksanakan operasi ini tentunya akan mengacu kepada apa yang sudah dideklarasikan oleh pemerintah daerah," sambungnya.
3. Basarnas sudah mengirimkan 29 bodypack

Untuk diketahui, Sejak 24-26 Januari 2026, Basarnas sudah mengirimkan 29 bodypack kepada tim DVI Polri untuk dilakukan identifikasi.
Adapun data total warga yang dinyatakan hilang sebanyak 83 orang. Tim Basarnas terus melakukan pencarian.











![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)





