Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Panglima TNI Lantik Sejumlah Pati, Brigjen Muhammad Nas Jadi Kapuspen

Panglima TNI Lantik Sejumlah Pati, Brigjen Muhammad Nas Jadi Kapuspen
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika menyalami Brigjen TNI Muhammad Nas yang dilantik sebagai Kapuspen baru. (Dokumentasi Puspen Mabes TN)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantik sejumlah pejabat tinggi, termasuk Brigjen Muhammad Nas sebagai Kapuspen TNI menggantikan Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
  • Brigjen Muhammad Nas, lulusan Akmil 1998 asal Agam, memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan pernah menjabat Asintel Kostrad sebelum dipercaya menjadi Kapuspen TNI.
  • Nama Muhammad Nas sempat dikenal publik saat menenangkan demonstran ojek daring pada aksi besar Agustus 2025 yang menuntut keadilan atas tewasnya rekan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantik sejumlah pejabat tinggi di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Salah satu pejabat tinggi yang dilantik adalah Brigjen TNI Muhammad Nas yang menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) baru di Mabes TNI menggantikan Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang menempati jabatan baru.

Mabes TNI tidak menyebut posisi baru Aulia. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh IDN Times, Aulia kini menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Sementara, Letnan Jenderal Robi Herbawan sudah resmi menjabat sebagai Kepala BAIS yang baru dan telah dilantik lebih awal. Pangkat Robi pun telah dinaikan menjadi jenderal bintang tiga.

"Jabatan yang diserahterimakan yaitu Kapuspen TNI dari Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada Brigjen TNI Muhammad Nas. Selanjutnya, jabatan Kepala Pusat Kerjasama Internasional TNI diisi oleh Kolonel Inf. Perry Sandhi Sitompul," demikian isi keterangan tertulis pada Jumat (22/5/2026).

Posisi Kepala Pusat Pengendalian Operasi TNI (Kapusdalops) kini dijabat oleh Kolonel Inf Lukman Hakim. Lalu, Kepala Pusat Informasi dan Pengolahan Data kini dijabat Brigjen TNI Heldi Wira. Proses pelantikan ini dilakukan secara tertutup

1. Rotasi dan mutasi dianggap bagian dari mekanisme pembinaan organisasi

Panglima TNI, mutasi TNI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantik beberapa pejabat tinggi untuk posisi baru. (Dokumentasi Puspen Mabes TNI)

Berdasarkan keterangan dari Mabes TNI, serah terima jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan personel. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

"Melalui regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara berkesinambungan diharapkan setiap satuan mampu terus beradaptasi dengan dinamika tugas dan tantangan strategis yang terus berkembang," kata Mabes TNI.

2. Muhammad Nas lulusan akademi militer 1998 dan punya latar belakang intelijen

Muhammad Nas
Brigjen TNI Muhammad Nas ketika masih menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Kostrad. (www.instagram.com/@penkostrad)

Muhammad Nas lahir di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, pada 8 Juni 1975. Dia merupakan alumni Akademi Militer 1998. Lalu, Nas meniti karier panjang di dunia militer hingga bisa meraih pangkat jenderal bintang satu.

Nas pernah menjabat Komandan Kodim 0824/Jember (2016), Dandim Aceh Besar (2021), Asintel Kasdam II/Sriwijaya, hingga Perwira Pembantu (Paban) Utama A-2 Direktorat A di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Kemudian pada Maret 2025 lalu, Nas dipercaya menjabat Asisten Intelijen Kepala Staf Kostrad.

3. Muhammad Nas jadi sorotan ketika ikut tenangkan demonstran di depan Mako Brimob Kwitang

Muhammad Nas
Brigjen TNI Muhammad Nas ketika ikut menenangkan demonstran di depan Mako Brimob, Kwitang pada 2025. (Dokumentasi Penerangan Kostrad)

Sosok Nas menjadi sorotan publik ketika ikut menenangkan para demonstran dalam aksi demo besar-besaran Agustus 2025 lalu. Jenderal bintang satu itu berkomunikasi dengan ribuan demonstran dari unsur pengemudi ojek daring. Mereka marah ketika salah satu kolegannya, Affan, tewas dilindas mobil rantis Brimob.

Massa ketika itu menuntut transparansi proses penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam tewasnya Affan. Mereka juga mendesak pembebasan pelajar dan warga yang ditahan selama aksi.

"Saya akan pastikan aspirasi ini sampai dan ditindaklanjuti sesuai aturan," ujar Nas ketika mencoba menenangkan massa kala itu.

Setelah dimediasi, massa diarahkan untuk membubarkan diri dengan tertib. Di momen itulah suasana berubah haru saat seorang pengemudi ojek online tiba-tiba menyampaikan ucapan terima kasih.

"Terima kasih Bapak sudah hadir dan meredam massa agar tidak jatuh korban lagi," ujar seorang pengemudi ojek daring kepada Nas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More