Panglima TNI: Pasukan yang Bertugas di UNIFIL Dirotasi Bulan Mei

- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan rotasi 753 prajurit dari misi UNIFIL akan dilakukan pada Mei 2026, setelah masa tugas mereka berakhir di Lebanon.
- Pemerintah menegaskan tetap melanjutkan penugasan pasukan TNI di UNIFIL meski ada korban jiwa, sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.
- TNI akan mengirim 756 prajurit baru ke Lebanon pada 22 Mei 2026 untuk menggantikan pasukan sebelumnya, dengan evaluasi dan peningkatan keamanan pasca serangan terhadap markas UNIFIL Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan, rotasi personel TNI yang bertugas di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan berlangsung pada Mei mendatang. Berdasarkan data dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, ada 753 prajurit yang akan kembali dari Lebanon.
Semula, dijadwalkan 756 pasukan yang dipulangkan. Namun, tiga prajurit TNI gugur ketika bertugas di misi UNIFIL. "Mei, memang sudah habis (waktu masa tugasnya). Jadi, Mei kembali," ujar Agus di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026) malam.
Selain itu, ia juga menyebut ada satu prajurit TNI yang terluka akan dipulangkan dan menjalani perawatan lebih lanjut di Jakarta. Pemerintah sedang mencarikan tiket pesawat bagi prajurit TNI yang terluka itu.
"Ada (personel) yang sudah membaik, alhamdulillah. Segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan. Satu orang. Saat ini sedang dicarikan tiketnya (pesawat) untuk kembali," ujar Jenderal bintang empat itu.
Apakah Indonesia menghentikan penugasan prajurit TNI di misi UNIFIL?
1. Pemerintah tetap kirim pasukan TNI untuk misi UNIFIL

Meski dikritik oleh publik di Tanah Air lantaran tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL, tetapi pemerintah tak akan menarik semua personel dari Lebanon. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut. Pengiriman itu tetap dilakukan sambil menjalankan evaluasi secara berkala baik ke dalam maupun ke luar.
"Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan TNI dari UNIFIL)," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, sikap pemerintah terkait penugasan pasukan di luar negeri telah ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Mereka menekankan komitmen terhadap peran prajurit Indonesia di dalam maupun luar negeri.
Menurut dia, pengiriman pasukan TNI ke UNIFIL merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam upaya menjaga ketertiban dunia.
"Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai undang-undang pembukaan alinea empat, menertibkan, ketertiban dunia. Jadi, kami mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," imbuhnya.
2. Panglima TNI minta pasukan TNI masuk ke dalam bunker untuk berlindung

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan panggilan video kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, usai markas UNIFIL Indonesia diserang militer Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI. Dalam percakapan tersebut, Agus menekankan pentingnya perwira menengah menjaga moril prajurit yang bertugas di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan meningkatkan keamanan.
"Jaga moril prajurit yang bertugas di sana. Tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan lagi ke luar," ujarnya seperti dikutip dari akun media sosial pada Sabtu (4/4/2026).
"Tetap jaga moril prajurit ya agar tetap semangat. Selamat bertugas," lanjutnya.
Kolonel Raja yang mendengar instruksi itu langsung merespons dengan kata siap. Ia pun juga menjanjikan menyampaikan instruksi itu kepada pasukan yang dipimpinnya di Lebanon.
"Siap, dilaksanakan, Panglima. Terima kasih atas arahannya. Kami sampaikan salam Panglima kepada seluruh prajurit. Garuda Prima!" kata Raja di dalam panggilan video itu.
3. TNI akan kembali kirim 756 pasukan ke Lebanon pada 22 Mei

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan 756 prajurit TNI untuk rotasi pasukan perdamaian di misi UNIFIL. Rencananya, ratusan prajurit TNI itu akan diberangkatkan pada akhir Mei 2026.
"Tanggal 22 Mei ini rencana rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun. Kan sudah satu tahun lebih pasukan yang sebelumnya berada di sana," ujar Iwan di Cimahi, Bandung pada Kamis (2/4/2026).
Keputusan untuk tetap mengirim pasukan ke misi UNIFIL menjadi tanda tanya bagi publik, sebab tiga prajurit TNI gugur akibat serangan militer Israel. Tiga prajurit itu gugur dalam dua insiden berbeda. Sedangkan lima prajurit TNI lainnya terluka dan masih mendapat perawatan di rumah sakit.

















