Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ICC Mau Tangkap Menkeu Israel Bezalel Smotrich

ICC Mau Tangkap Menkeu Israel Bezalel Smotrich
potret Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich (commons.wikimedia.org/איתן פולד)
Intinya Sih
  • Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) dikabarkan mengeluarkan surat perintah rahasia untuk menangkap Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang ia ketahui dari jaksa ICC pada 18 Mei 2026.
  • Smotrich menolak keras rencana penangkapan tersebut dan menuduh ICC bersikap bias terhadap Israel serta tidak berhak menangkap pejabat dari negara berdaulat.
  • Meski telah ada dua fase gencatan senjata dengan Hamas, Israel masih melancarkan serangan di Gaza yang menewaskan lebih dari 72 ribu warga sipil Palestina dan dianggap sebagai kejahatan perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) dikabarkan ingin menangkap Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. Kabar itu disampaikan langsung oleh Smotrich kepada awak media pada Selasa (19/5/2026).

Smotrich mengatakan, ia diberi tahu oleh seorang jaksa dari ICC bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat perintah rahasia untuk menangkapnya. Kabar tersebut ia terima pada Senin (18/5/2026) malam waktu setempat. 

Smotrich tidak menjelaskan mengapa ICC berencana menangkapnya. Sejak mendengar rencana tersebut, ia hanya mengatakan bahwa ICC adalah lembaga pengadilan internasional yang antisemit dan benci Israel.

1. Smotrich menolak keras ditangkap oleh ICC

Ilustrasi penolakan.
ilustrasi penolakan (pexels.com/Monstera Production)

Oleh karena itu, Smotrich menolak keras untuk ditangkap oleh ICC. Sebab, ia menganggap ICC tidak boleh menangkap pejabat dari sebuah negara berdaulat seperti Israel. Ia juga menilai langkah yang dilakukan ICC untuk menangkapnya tidak sesuai dengan aturan hukum internasional 

"(ICC telah) mengajukan permintaan rahasia untuk surat perintah penangkapan internasional terhadap saya,” kata Smotrich, seperti dilansir Reuters

“Sebagai negara yang berdaulat, kami tidak akan menerima perintah munafik dari badan-badan yang bias yang secara konsisten menentang Israel, menentang hak-hak alkitabiah, historis, dan hukum kami di tanah air kami, serta menentang hak dan kewajiban kami untuk membela diri dan menjaga keamanan," lanjutnya. 

2. Smotrich adalah pejabat Israel yang vokal mendukung serangan ke Palestina

Bezalel Smotrich sedang berpidato.
potret Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich (commons.wikimedia.org/ויקי4800)

Smotrich sendiri merupakan salah satu pejabat Israel yang vokal mendukung serangan negaranya ke Palestina. Sebab, ia menganggap wilayah Palestina, termasuk Gaza dan Tepi Barat, merupakan wilayah Israel yang direbut Palestina. 

Dalam pernyataannya, Smotrich mengatakan bahwa ia akan membantu membalaskan dendam Israel ke Palestina. Sebab, Palestina telah menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Inilah yang membuat Israel dan Palestina kembali berperang hingga saat ini. 

“Palestina telah lebih dulu membuat perang (dengan Israel). Mereka jugalah yang akan mendapatkan konsekuensinya,” tegas Smotrich. 

3. Israel masih menyerang Palestina meski sudah ada gencatan senjata

Bangunan di Jalur Gaza hancur akibat diserang pasukan Israel.
Sejumlah bangunan di Jalur Gaza, Palestina, telah hancur akibat diserang oleh pasukan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Palestina, tepatnya di jalur Gaza. Padahal, Israel sudah menyepakati gencatan senjata fase pertama dengan Hamas pada Oktober 2025. Gencatan senjata fase kedua juga sudah mulai berlaku sejak Januari 2026 lalu.

Sejauh ini, serangan Israel di Gaza sudah menewaskan 72.763 orang. Sebagian besar yang terbunuh adalah warga sipil Palestina.

Oleh karena itu, serangan Israel di Gaza dianggap sebagai kejahatan perang. Sebab, menurut hukum humaniter internasional, warga sipil merupakan pihak yang tidak boleh menjadi target serangan dalam peperangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More