Kemenhaj Larang Jemaah Pasang Identitas di Tenda Armuzna

- Kemenhaj melarang jemaah dan KBIHU memasang identitas di tenda Arafah dan Mina, dengan ancaman sanksi bagi pelanggar demi menjaga ketertiban dan keseragaman layanan haji.
- Sebanyak 513 kloter berisi 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi, sementara lebih dari 193 ribu jemaah sudah berada di Makkah untuk persiapan puncak haji.
- Layanan Bus Shalawat dihentikan sementara mulai 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi guna mendukung pengaturan transportasi menjelang Armuzna, dan akan kembali beroperasi pada 31 Mei 2026.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Penguatan dilakukan di berbagai sektor layanan, mulai dari penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha menyebut fase Armuzna menjadi tahapan paling penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur dengan mengedepankan keselamatan jemaah.
“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/5/2026).
1. Kemenhaj larang jemaah pasang identitas di tenda

Kemenhaj juga telah menyelesaikan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Dalam kesempatan itu, Ichsan mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang identitas apa pun di area tenda.
“Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” ucap dia.
Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan terus diperkuat agar persiapan Armuzna berjalan lancar.
“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk,” kata dia.
Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia ikut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Doa tersebut terutama ditujukan bagi para jemaah yang akan memasuki fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
2. Jumlah jemaah yang sudah ada di Saudi

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan total 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, 237 kloter yang terdiri dari 90.691 jemaah dan 945 petugas sudah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Jumlah jemaah yang telah berada di Makkah tercatat mencapai 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas. Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.
3. Bus Sholawat akan dihentikan Jumat (23/5/2026)

Ichsan turut menyampaikan layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung pengaturan lalu lintas dan kesiapan armada menjelang puncak haji.
“Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.
Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski begitu, jemaah yang belum menjalankan umrah wajib tetap akan difasilitasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel oleh PPIH.
“Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.
Menjelang Armuzna, Ichsan juga mengingatkan jemaah agar mulai menghemat tenaga dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Ia meminta jemaah lebih banyak beristirahat serta menjaga kondisi tubuh.
“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.
Selain itu, Ichsan mengajak seluruh jemaah dan petugas saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Menurutnya, kepedulian bersama penting untuk mencegah jemaah terpisah dari rombongan.
“Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sdapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” jelasnya.

















