PDIP Minta Ada Solusi Naiknya Harga Avtur Tak Bebani Masyarakat

- Anggota DPR dari PDIP, Sofwan Dedy Ardyanto, mendorong pemerintah dan maskapai mencari solusi jangka panjang agar kenaikan harga avtur tidak membebani masyarakat serta sektor penerbangan.
- Pertamina resmi menaikkan harga avtur periode 1–30 April 2026, dengan harga di Bandara Soekarno-Hatta melonjak dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter termasuk PPN.
- Kenaikan harga avtur terjadi merata di seluruh Indonesia, dengan tarif tertinggi mencapai lebih dari Rp25 ribu per liter di bandara wilayah timur seperti Jayapura dan Ambon.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mendorong pemerintah, regulator, serta maskapai untuk segera berdiskusi merumuskan solusi jangka panjang dalam menghadapi ketidakpastian harga avtur di pasar global. Sebab, kini pemerintah juga telah menaikkan harga avtur.
Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan solusi jangka panjang mengenai harga tiket pesawat. Sofwan berharap, kenaikan harga avtur tidak membebani masyarakat.
"Kebijakan ini langkah awal yang baik, tetapi pemerintah perlu memastikan solusi jangka panjang agar kenaikan biaya penerbangan tidak terus membebani masyarakat dan sektor lainnya" ujar Sofwan dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).
1. Harga tiket pesawat di Indonesia sudah tinggi

Sofwan menyampaikan, harga tiket pesawat di Indonesia sudah tinggi sebelum adanya perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dia mengatakan, tingginya biaya operasional, PPN 11 persen pada avtur juga berdampak pada tingginya harga tiket pesawat.
"Faktor tersebut perlu menjadi dasar bagi evaluasi menyeluruh, sehingga di masa depan harga tiket pesawat domestik menjadi lebih terjangkau. Jadi, soal harga tiket pesawat ini bukan hanya soal fluktuasi harga avtur , tapi lebih kompleks," kata dia.
2. Pertamina naikkan harga avtur

Pertamina menaikkan harga avtur untuk periode 1 hingga 30 April 2026. Berdasarkan data Pertamina Posting Price, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) naik dari sebelumnya Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp23.551.08 per liter untuk penerbangan domestik.
Penyesuaian serupa juga terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta yang kini menyentuh angka Rp24.775.38 per liter dari posisi sebelumnya Rp14.880,81 per liter. Seluruh harga yang tercantum tersebut merupakan harga into plane yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
3. Kenaikan harga avtur merata di seluruh Indonesia

Kenaikan harga avtur terpantau merata di puluhan titik DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) di seluruh Indonesia. Di wilayah Jawa, harga Avtur di Bandara Juanda Surabaya ditetapkan sebesar Rp25.131,54 per liter, sementara di Bandara Ngurah Rai Bali mencapai Rp25.343,01 per liter.
Untuk wilayah Sumatra, harga di Bandara Kualanamu Deli Serdang dipatok Rp24.819,90 per liter. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur, harga Avtur di Bandara Sentani Jayapura dan Bandara Pattimura Ambon masing-masing berada di angka Rp25.521,09 dan Rp25.632,39 per liter.


















