Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

61 Ribu Tiba di Madinah, Jemaah yang di Makkah Mulai Umrah Wajib

61 Ribu Tiba di Madinah, Jemaah yang di Makkah Mulai Umrah Wajib
Sejumlah jamaah haji Kloter SOC 1 terlihat berdoa bersama di luar gedung sebelum menaiki bus Shalawat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib pada hari Jumat, 1 Mei. 2026 (Dok. MCH 2026)
Intinya Sih
  • Sebanyak 61.407 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah dalam 158 kloter, termasuk 13.186 jemaah lansia, menandai kelancaran awal operasional haji tahun ini.
  • Petugas bandara memperketat pengawasan koper dan dokumen perjalanan, memastikan keamanan barang bawaan serta membantu jemaah yang mengalami kerusakan koper atau kehilangan paspor.
  • Kedatangan gelombang pertama jemaah di Makkah berjalan lancar sesuai SOP, dengan penyesuaian jadwal umrah wajib agar tidak terganggu pembatasan akses menuju Masjidil Haram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Madinah & Makkah, IDN Times - Memasuki awal bulan Mei, operasional haji Indonesia terus berjalan secara intensif, baik di Madinah maupun di Makkah. Hingga Jumat, 1 Mei 2026, pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, tercatat puluhan ribu jemaah telah mendarat dengan selamat di Bandara Madinah, sementara petugas di Makkah mulai sukses menyambut kedatangan jemaah gelombang pertama.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, melaporkan bahwa pendaratan jemaah haji Indonesia di Madinah telah mencapai 158 kelompok terbang (kloter). "Kedatangan jemaah haji Indonesia sampai dengan tanggal 1 Mei 2026 pukul 6 telah landing 158 kloter total jemaah 61.407 jemaah," ungkap Abdul Basir. Dari total puluhan ribu jemaah tersebut, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) mencapai angka 13.186 orang.

1. Pengawasan terhadap barang bawaan

Infografis panduan barang bawaan jemaah haji berisi aturan jumlah tas, larangan membawa barang berlebih, dan saran penggunaan jasa ekspedisi.
Infografis dari yang menjelaskan panduan barang bawaan jemaah haji. Hanya diperbolehkan membawa tiga tas resmi, dilarang membawa barang di luar ketentuan, disarankan menggunakan jasa ekspedisi untuk barang berlebih, serta risiko barang menjadi tanggung jawab pribadi. (Grafis: IDN Times/Shakti, sumber: MCH 2026)

Terkait pengamanan barang bawaan, petugas melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap koper jemaah sejak awal kedatangan di area drop baggage. Abdul Basir menjelaskan bahwa terdapat lima orang petugas setiap harinya yang terbagi dalam tiga sif kerja untuk mengawasi proses pengangkatan koper hingga dimasukkan ke dalam kontainer. Apabila ditemukan koper jemaah yang rusak, petugas langsung mendapatkan laporan kerusakan sejak koper diterima di area tersebut untuk dilakukan pendataan.

Jika terdapat koper yang rusak parah dan benar-benar tidak bisa digunakan, jemaah diimbau untuk segera melapor ke sektor atau Daker Madinah guna mendapatkan solusi seperti wrapping sementara. Terkait hal ini, kerusakan koper akan dinilai langsung oleh pihak maskapai penerbangan. Penggantian koper yang rusak tersebut akan dilakukan oleh pihak maskapai menjelang waktu kepulangan jemaah.

2. Jemaah harus hati-hati menyimpan paspor

Jemaah haji Kloter 32 asal Embarkasi Surabaya mengenakan seragam batik biru dan syal oranye sambil membawa travel kit biru di area keberangkatan.
Jemaah haji Kloter 32 asal Embarkasi Surabaya (SUB-32) berpose sambil menunjukkan travel kit berwarna biru yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Selain koper, kelengkapan dokumen perjalanan seperti paspor juga menjadi perhatian krusial. Jemaah terus diimbau untuk berhati-hati menjaga paspornya di dalam sling bag yang telah disediakan dan jangan dikeluarkan dari tas sebelum ada instruksi pemeriksaan dari petugas. Basir menceritakan bahwa apabila ada paspor yang tertinggal, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan maskapai, seperti pada kasus jemaah sebelumnya di mana paspor berhasil ditemukan dan langsung diantarkan kembali ke Madinah.

3. Kedatangan jemaah di Makkah berjalan lancar

Petugas haji menyerahkan kunci kamar kepada kepala kloter dan kepala rombongan jamaah haji asal Yogyakarta di Hotel Al Asalah Al Baqiya, Makkah.
Kepala kloter dan kepala rombongan jamaah haji Embarkasi Yogyakarta kloter pertama tiba di Hotel Al Asalah Al Baqiya, Misfalah, Makkah. Mereka menerima kunci kamar dari petugas haji bagian akomodasi sebagai bagian dari proses penempatan jamaah di hotel tersebut. (Dok. MCH)

Sementara itu di Kota Makkah, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, memastikan bahwa proses kedatangan perdana jemaah haji gelombang pertama berjalan dengan lancar. Meski ini merupakan kali pertama para petugas Sektor Makkah menerima jemaah pada musim ini, seluruh alur penerimaan dinilai telah berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Setiap kali menerima kedatangan jemaah, petugas di Makkah juga selalu melakukan evaluasi operasional.

"Walaupun ini first time ya, kali pertama mereka menerima jemaah, secara umum mereka [petugas] sudah dianggap lancar lah ya menerima jemaah tersebut sesuai dengan SOP," puji Ihsan.

Ihsan memaparkan detail penerapan SOP kedatangan tersebut, di mana jemaah tidak langsung diturunkan dari bus setibanya di area hotel. Petugas memanggil ketua rombongan terlebih dahulu untuk menerima kunci kamar. Selama proses tersebut berlangsung, petugas lain memberikan arahan dan kiat-kiat kepada jemaah di dalam bus, sementara para pekerja atau umal menuntaskan tugas menurunkan bagasi. Setelah seluruh kesiapan rampung, barulah jemaah diarahkan turun dari bus menuju lantai kamarnya masing-masing. Meskipun ada sedikit catatan terkait kecocokan jumlah jemaah di dalam bus, kendala teknis tersebut berhasil diselesaikan dengan baik oleh petugas.

4. Jemaah mulai melakukan umrah wajib

Jamaah haji Kloter SOC 1 mengenakan pakaian ihram menaiki bus Shalawat berwarna kuning di area perkotaan menuju Masjidil Haram.
Sejumlah jamaah haji Kloter SOC 1 bersiap menaiki bus Shalawat berwarna kuning untuk berangkat menuju Masjidil Haram guna melaksanakan umrah wajib pada hari Jumat, 1 Mei. Suasana tampak ramai dengan latar gedung-gedung tinggi di sekitar area pemberangkatan. (Dok. MCH 2026)

Bagi jemaah yang baru tiba di Makkah pada tanggal 1 Mei ini, pelaksanaan ibadah umrah wajib dan salat Jumat perdana di Masjidil Haram mendapatkan penyesuaian waktu yang khusus. Ihsan Faisal mengingatkan bahwa akses transportasi yang mengarah ke Masjidil Haram akan dibatasi dan ditutup sekitar pukul 09.00 atau 10.00 pagi.

"Jadi kalau misalkan mau berniat solat Jemaah di Masjid Haram dan memakai akses transportasi maka diusahakan sebelum jam itu," kata Ihsan.

Menyiasati kebijakan pembatasan akses ini, petugas sengaja memberikan pertimbangan dengan mempercepat jadwal pelaksanaan ibadah umrah wajib bagi jemaah yang baru datang. Pelaksanaan umrah wajib yang awalnya bisa berlangsung hingga malam hari, dimajukan dan dipercepat pelaksanaannya menjadi pukul 06.00 pagi WAS.

Langkah antisipasi ini terbukti sukses memastikan jemaah dapat menunaikan seluruh rangkaian umrah wajibnya pada pagi hari tanpa terkendala penutupan akses transportasi ke Masjidil Haram.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More