Pimpinan Ormas Islam Tiba di Istana untuk Bukber dengan Prabowo

- Sejumlah pimpinan ormas Islam, termasuk tokoh Muhammadiyah dan PBNU, hadir di Istana Kepresidenan Jakarta untuk buka puasa bersama dengan Presiden Prabowo Subianto.
- Acara bukber turut mengundang pimpinan pondok pesantren besar serta Jusuf Kalla yang hadir sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.
- MUI menyerukan agar Indonesia keluar dari Board of Peace karena dinilai tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian adil bagi Palestina di tengah konflik Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah pimpinan organisasi ormas Islam mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Mereka datang untuk menghadiri buka puasa bersama (bukber) dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Buka puasa bersama," ujar Anwar Iskandar.
Selain itu, terlihat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar juga sudah tiba di Istana Kepresidenan Jakarta. Namun, mereka enggan memberi pernyataan.
1. Ormas Islam dan pimpinan ponpes juga diundang

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, mengatakan, buka puasa bersama tersebut mengundang ormas Islam dan juga pimpinan pondok pesantren (ponpes).
"Ya, nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata Nusron.
2. JK juga diundang lagi

Nusron mengatakan, Presiden Prabowo juga kembali mengundang Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Namun, JK diundang sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Pak JK diundang dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia," ucap Nusron.
Prabowo mengundang MUI di tengah meningkatnya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pada Selasa (3/3/2026), Prabowo juga mengundang para presiden dan wakil presiden terdahulu, ketua umum partai politik, dan mantan menteri luar negeri.
3. MUI desak RI keluar dari BoP

Sebelumnya, MUI menilai serangan AS dan Israel merupakan bagian dari strategi melemahkan posisi Iran di kawasan Timur Tengah. Termasuk mengurangi peran Iran dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Dalam konteks konflik Israel–Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina," kata Ketua MUI, Anwar Iskandar, dalam keterangannya.
Dalam pernyataan yang sama, MUI mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari Board of Peace (BoP), forum yang dibentuk Presiden Amerika Serikat.
"Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina? Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina," ucap dia.

















