Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

UNIFIL Kenang Rico Pramudia, Prajurit Indonesia yang Gugur di Lebanon

UNIFIL Kenang Rico Pramudia, Prajurit Indonesia yang Gugur di Lebanon
UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon. (Dok. UNIFIL)
Intinya Sih
  • Upacara penghormatan di Beirut mengenang Kopral Rico Pramudia, prajurit Indonesia yang gugur akibat ledakan proyektil saat bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan.
  • Kehadiran pejabat Indonesia dan Lebanon dalam upacara menunjukkan penghormatan internasional atas pengabdian Kopral Rico serta solidaritas antarnegara terhadap risiko pasukan penjaga perdamaian.
  • Insiden yang menewaskan Kopral Rico menyoroti bahaya tinggi bagi personel UNIFIL dan dianggap pelanggaran hukum humaniter internasional, dengan seruan agar pelaku diselidiki dan diadili.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Upacara penghormatan digelar secara khidmat di Beirut untuk mengenang Kopral Rico Pramudia, penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur setelah mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di pangkalannya bulan lalu. Upacara ini menjadi momen duka sekaligus penghormatan atas pengabdian prajurit yang bertugas jauh dari Tanah Air.

Kopral Rico, 31 tahun, merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia menjadi penjaga perdamaian Indonesia keempat yang gugur dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di wilayah Lebanon selatan.

Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin langsung upacara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengenang dedikasi dan pengorbanan almarhum selama menjalankan tugas menjaga perdamaian.

“Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, membawa perdamaian ke tanah ini, dan di sini, di selatan Lebanon, Anda telah memberikan segalanya,” ujar Abagnara, dalam pernyataan pers UNIFIL yang diterima IDN Times, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, “Anda memberikan seluruh yang Anda miliki untuk perdamaian di tanah ini. Untuk itu, Anda mendapatkan seluruh penghormatan kami.”

1. Pengabdian dalam misi yang belum selesai

UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon.
UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon. (Dok. UNIFIL)

Kopral Rico Pramudia diketahui baru pertama kali menjalani misi luar negeri ketika ditugaskan ke Lebanon pada April tahun lalu. Penugasan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Selama bertugas, ia menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian di wilayah yang masih diliputi ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon. Kondisi keamanan yang tidak stabil membuat misi ini penuh risiko.

Dalam pidatonya, Abagnara menegaskan, pengorbanan Kopral Rico tidak akan sia-sia. Ia menyampaikan komitmen UNIFIL untuk melanjutkan misi yang telah dijalankan para prajurit.

“Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami akan melanjutkan misi Anda; kami akan tetap teguh; kami akan tetap bersatu; kami akan tetap waspada,” katanya.

Ia juga menambahkan, semangat dan dedikasi almarhum akan terus hidup dalam setiap langkah pasukan penjaga perdamaian.

2. Duka keluarga dan kehadiran perwakilan negara

UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon.
UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon. (Dok. UNIFIL)

Kepergian Kopral Rico meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia diketahui meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih kecil.

Upacara penghormatan di Bandara Beirut turut dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan Nasional Lebanon dan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Brigadir Jenderal Maroun Azzi hadir mewakili otoritas militer Lebanon, sementara Kolonel Allan Surya Lesmana mewakili kontingen Indonesia dalam UNIFIL.

Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan penghormatan internasional terhadap kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian di kawasan.

Upacara ini juga menjadi simbol solidaritas antarnegara dalam menghadapi risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.

3. Serangan terhadap personel penjaga perdamaian disorot

UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon.
UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon. (Dok. UNIFIL)

Insiden yang menyebabkan gugurnya Kopral Rico kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan.

Serangan terhadap personel UNIFIL dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengatur mandat misi di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resmi, ditegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan harus ditindaklanjuti secara hukum.

Pihak berwenang juga menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut. Para pelaku diminta untuk diadili dan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Di tengah situasi keamanan yang belum stabil, peristiwa ini menjadi pengingat akan tantangan besar yang dihadapi misi perdamaian, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan terhadap para personel yang bertugas di garis depan konflik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More