Pramono Anung Paparkan Arah Pembangunan dan Layanan Publik Jakarta

- Penguatan layanan kesehatan, termasuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras dan penataan taman serta mural di Jakarta.
- Langkah antisipasi banjir dengan modifikasi cuaca dan pengoperasian 1.200 pompa untuk mengatasi tekanan banjir saat curah hujan tinggi.
- Target elektrifikasi armada Transjakarta untuk menurunkan emisi dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik yang telah terkoneksi hingga 92 persen.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah prioritas pembangunan yang tengah dan akan dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari penyelesaian proyek mangkrak, penguatan layanan publik, hingga perluasan perlindungan sosial bagi warga. Hal itu disampaikan Pramono saat berbicara mengenai capaian dan arah kebijakan Jakarta ke depan.
Pramono menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pekerjaan lama yang belum terselesaikan oleh gubernur sebelumnya.
“Yang pertama, saya akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang belum terselesaikan oleh Gubernur-Gubernur yang sebelumnya, salah satunya adalah Monorail yang sudah 21 tahun,” ujarnya saat ditemui IDN Times, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin(6/1/2026).
1. Penguatan layanan kesehatan

Selain monorel, Pemprov DKI juga mulai membangun Rumah Sakit Sumber Waras pada tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan.
“Yang kedua, Rumah Sakit Sumber Waras, mulai kita bangun di tahun ini,” kata Pramono.
Dia juga menyinggung penataan ruang terbuka hijau melalui penyelesaian taman dan mural di berbagai wilayah Jakarta.
“Dan yang ketiga adalah menyelesaikan taman-taman dan juga mural-mural di Jakarta, yang kurang lebih tamannya ada 300 taman walaupun kecil-kecil,” katanya.
Dalam pengelolaan taman, Pemprov DKI membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Pramono menjelaskan kelanjutan kebijakan yang memungkinkan keterlibatan sektor swasta hingga individu. Menurut dia, partisipasi masyarakat memberikan respons positif.
2. Langkah antisipasi banjir di Jakarta

Terkait persoalan banjir, Pramono mengakui tekanan masih terjadi, terutama saat curah hujan tinggi. Namun, Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah antisipasi
“Jadi untuk banjir sebenarnya tekanannya masih terjadi, tetapi memang kita sekarang ini kan lebih bersiap-siap,” katanya.
Upaya yang dilakukan antara lain modifikasi cuaca dan pengoperasian sekitar 1.200 pompa. Ia menilai kondisi yang relatif terkendali membuat kerja pemerintah kerap tak terlihat.
3. Target elektrifikasi armada Transjakarta

Di sektor transportasi, Pramono menyebut target elektrifikasi armada Transjakarta tetap berjalan. Dia meyakini langkah tersebut akan berdampak signifikan terhadap penurunan emisi dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik yang kini telah terkoneksi hingga 92 persen.
“Untuk transportasi publik tetap sesuai target di tahun 2030 mudah-mudahan bis kita, bis Transjakarta kurang lebih 10.000 itu sudah elektrik semua," katanya.
4. Tingginya perlindungan sosial di Jakarta

Pramono juga menyoroti tingginya perlindungan sosial di Jakarta sebagai faktor yang membuat warga merasa aman. Dia menyebut berbagai program bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta program pemutihan ijazah. Di bidang kesehatan, Pemprov DKI mengelola 31 rumah sakit, puluhan puskesmas kecamatan, dan ratusan puskesmas kelurahan. Selain itu, Jakarta memiliki pasukan putih yang proaktif mendampingi penyandang disabilitas dan lansia, serta program pelatihan kerja khusus bagi disabilitas.
“Itulah yang membuat siapapun yang sakit di Jakarta itu ada jaminannya,” ujarnya.

















