Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Profil Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah yang Tutup Usia

Profil Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah yang Tutup Usia
Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah. (Dok. Fatayat NU).
Intinya Sih
  • Ketua KPAI sekaligus Ketua Umum Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia di RS Fatmawati Jakarta pada Minggu pagi, 1 Maret 2026.
  • Almarhumah lahir di Jombang tahun 1978 dan menempuh pendidikan dari pesantren hingga pascasarjana di Universitas Indonesia dengan fokus kajian perempuan.
  • Margaret aktif di berbagai organisasi seperti PMII, IPPNU, dan Fatayat NU serta menjabat dua periode sebagai Komisioner KPAI yang fokus pada isu anak dan perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Nahdlatul Ulama (NU). Ketua KPAI sekaligus Ketua Umum Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026) pukul 08.25 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, Jakarta.

Mengutip dari laman resmi NU, informasi berpulangnya almarhumah disampaikan langsung oleh suaminya, Abdullah Masud, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tangerang Selatan. Diketahui, jenazah disemayamkan di RS Fatmawati hingga pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke kantor PBNU untuk disalatkan usai pelaksanaan salat zuhur sebelum diberangkatkan ke Jombang, Jawa Timur. Almarhumah rencananya dimakamkan di Kompleks Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Jawa Timur.

Berikut merupakan profil dari Margaret Aliyatul Maimunah!

1. Masa kecil dan pendidikan di lingkungan pesantren

(Margaret Aliyatul Maimunah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama masa khidmad 2022-2027) IDN Times/Istimewa
(Margaret Aliyatul Maimunah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama masa khidmad 2022-2027) IDN Times/Istimewa

Dilansir dari laman resmi NU, Margaret lahir di Jombang pada 11 Mei 1978. Dia merupakan putri kedua pasangan Mohammad Faruq dan Lilik Chodijah Aziz Bisri. Sejak kecil, dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan tradisi pesantren.

Margaret menuntut ilmu di Pondok Pesantren Denanyar Jombang sejak tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hingga SLTA. Setelah menamatkan pendidikan di MAN Denanyar, dia melanjutkan studi S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian, Margaret menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia pada Program Studi Kajian Wanita pada tahun 2009.

2. Perjalanan organisasi dari PMII hingga Fatayat NU

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah di RS Islam Cempaka Putih (Dok/KPAI)
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah di RS Islam Cempaka Putih (Dok/KPAI)

Sejak remaja, jiwa organisasinya telah tumbuh. Dia aktif di OSIS, Pramuka, dan berbagai kegiatan pelajar. Saat mahasiswa, Margaret dipercaya menjadi Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Rayon Adab periode 2000–2001. Dia kemudian menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Adab Cabang Surabaya Selatan pada 2001–2002.

Tak hanya itu, di lingkungan Ikatan Pelajar Putri Nahdalatul Ulama (IPPNU), Margaret pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum periode 2006–2009 dan Ketua Umum periode 2009–2012. Karier organisasinya berlanjut di Fatayat NU. Dia dipercaya sebagai Wakil Koordinator Bidang Ekonomi periode 2009–2015 dan Sekretaris Umum periode 2015–2020. Pada periode selanjutnya, dia diamanahi sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU.

3. Kiprah di komisioner kpai dan riset isu perempuan

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Komitmennya terhadap isu perempuan dan anak juga diwujudkan melalui perannya sebagai Komisioner KPAI. Dia menjabat selama dua periode, yaitu 2017–2022 dan 2022–2027. Selama menjadi komisioner, dia dikenal aktif dalam berbagai upaya perlindungan anak di Indonesia.

Dia juga diketahui bergabung dengan Women Research Institute (WRI). Lembaga tersebut berfokus pada penelitian dan advokasi isu perempuan. Keikutsertaannya di WRI menunjukkan perhatiannya terhadap riset dan pendampingan bagi kaum perempuan di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More