Dakwa Pejabat Daerah, Meksiko Tuding AS Intervensi Urusan Internal

- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menuduh Amerika Serikat melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri dan menegaskan bahwa Meksiko adalah negara berdaulat yang tidak bisa diatur pihak asing.
- Parlemen Meksiko menyetujui reformasi konstitusi yang memungkinkan pembatalan hasil pemilu jika terbukti ada intervensi asing, sebagai langkah memperkuat kedaulatan nasional dari pengaruh luar.
- Departemen Kehakiman AS mendakwa 10 pejabat daerah Meksiko, termasuk Gubernur Sinaloa Ruben Rocha Moya, atas dugaan menerima dukungan kartel narkoba untuk memenangkan pemilu daerah.
Jakarta, IDN Times - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menuding Amerika Serikat (AS) telah mengintervensi urusan dalam negaranya. Ia menekankan bahwa Meksiko adalah negara berdaulat yang tidak bisa diatur negara lain.
“Kami tidak menerima adanya intervensi urusan dalam negeri. Kita adalah negara bebas, independen, dan berdaulat,” terangnya, dilansir dari DPA International, Selasa (2/6/2026).
Dalam setahun terakhir, hubungan AS dan Meksiko sempat menegang. Terutama setelah AS menetapkan sejumlah kartel narkoba di Meksiko sebagai organisasi teroris dan berencana menerjunkan tentara ke Meksiko.
1. Sebut Trump bukan di balik intervensi AS di Meksiko

Sheinbaum mengungkapkan bahwa Presiden AS, Donald Trump bukan sosok di balik intervensi di Meksiko. Ia mengaku sudah banyak dialog antara AS dan Meksiko mengenai dugaan partisipasi CIA dalam penggerebekan laboratorium narkoba di Chihuahua.
Presiden perempuan pertama di Meksiko itu menyebut, intervensi AS di negaranya ini diduga dilakukan oleh sektor konservatif nasional dan internasional. Intervensi ini juga ikut didukung oleh media dan politikus sayap kanan di AS.
“Pemerintah Meksiko menginginkan hubungan baik dengan pemerintah AS di semua sektor, departemen, dan badan. Sudah banyak komunikasi antara Meksiko dan AS untuk menyelesaikan masalah,” tuturnya, dikutip dari Mexico News Daily.
2. Parlemen Meksiko setuju pembatalan hasil pemilu soal intervensi asing

Pekan lalu, Parlemen Meksiko menyetujui reformasi konstitusi untuk memasukkan intervensi asing dalam faktor pembatalan hasil pemilihan umum (pemilu). Kebijakan ini diajukan oleh Partai Morena terkait dengan potensi intervensi asing dalam pemilu di Meksiko.
Dilansir UPI, pembatalan hasil pemilu hanya dapat dilakukan jika adanya bukti kuat bahwa terdapat dugaan intervensi asing. Koalisi partai penguasa di Meksiko menyebut bahwa kebijakan ini untuk memperkuat kedaulatan nasional dari pengaruh asing.
3. DOJ dakwa 10 pejabat daerah di Meksiko

Sebulan lalu, Departemen Kehakiman AS (DOJ) sudah mendakwa 10 pejabat daerah di Meksiko. Termasuk salah satunya adalah Gubernur Sinaloa, Ruben Rocha Moya yang akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya.
Meskipun demikian, Juru Bicara Kantor Kejaksaan Agung Meksiko, Ulises Lara Lopez mengatakan bahwa Rocha Moya dan pejabat lainnya tidak masuk dalam daftar buronan Interpol. Ia mengatakan, investigasi terhadap 10 pejabat itu masih terus dilakukan oleh otoritas Meksiko.
Dilansit The Latin Times, DOJ menuding Rocha Moya sudah menerima dukungan dari pecahan Kartel Sinaloa, Los Chapitos untuk memenangkan pemilu daerah. Sebagai balasannya, ia memperbolehkan kekerasan dan penyelundupan narkoba di Sinaloa berlanjut.


















