Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Proyek Perbaikan Longsor di Bogor Telan Anggaran Rp5,4 Miliar
Alat berat di turunkan dalam perbaikan bekas lahan Longsor di Kebon Pedes Bogor. IDN Times/Linna Susanti
  • Proyek perbaikan longsor di Jalan Kebon Pedes, Bogor, resmi dimulai dengan dukungan APBD Jawa Barat senilai Rp5,4 miliar untuk membangun Dinding Penahan Tanah sepanjang 63 meter.
  • Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek dalam 150 hari kalender dengan sistem kerja hingga malam hari dan penerapan buka tutup jalan demi kelancaran lalu lintas.
  • Wali Kota Bogor mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai karena tumpukan sampah terbukti memperparah longsor akibat tersumbatnya aliran air di bawah tebing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Januari 2026

Longsor terjadi di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada badan jalan dan tebing setinggi sekitar tujuh meter.

Jumat (3/7/2026)

Pekerjaan penanganan longsor mulai dilakukan dengan pengerahan alat berat ekskavator untuk pembersihan lahan dan pengerukan sisa badan jalan yang runtuh. Kepala UPTD Andi Nugroho menjelaskan tahap persiapan proyek sedang berlangsung.

kini

Proyek perbaikan jalan dan tebing di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah berjalan dengan target penyelesaian 150 hari kalender. Wali Kota Bogor mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai demi mencegah longsor berulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Proyek perbaikan jalan dan tebing longsor di Jalan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Bogor, sedang berlangsung dengan nilai kontrak Rp5,4 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I serta Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang turut mengawal pelaksanaan proyek.
  • Where?
    Lokasi pengerjaan berada di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.
  • When?
    Pekerjaan dimulai pada Jumat sore, 3 Juli 2026, setelah longsor terjadi sejak 15 Januari 2026. Target penyelesaian ditetapkan dalam waktu 150 hari kalender.
  • Why?
    Pekerjaan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan akibat longsor dan mengamankan tebing setinggi tujuh meter yang runtuh karena dorongan air serta tumpukan sampah di bawahnya.
  • How?
    Pengerjaan meliputi pembersihan lahan, pengukuran, pembangunan Dinding Penahan Tanah beton, pemasangan bronjong dan material batu granular. Aktivitas dilakukan hingga malam hari dengan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Bogor ada jalan yang rusak karena tanah longsor. Banyak orang dan alat besar datang buat kerja perbaikan. Uangnya banyak sekali, katanya lima koma empat miliar. Pak Wali Kota Dedie ikut lihat dan bilang kerja ini harus cepat selesai, bahkan malam-malam juga kerja. Sekarang jalan ditutup buka tutup biar mobil bisa lewat bergantian. Pak Wali juga marah karena orang suka buang sampah ke sungai, katanya itu bikin longsor makin parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Proyek perbaikan longsor di Jalan Kebon Pedes menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memulihkan infrastruktur penting secara cepat dan terukur. Dengan dukungan penuh anggaran daerah serta pengawasan langsung dari pejabat terkait, pekerjaan dilakukan hingga malam hari demi ketepatan waktu. Langkah ini sekaligus menjadi momentum edukatif bagi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Penanganan kerusakan Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor akibat bencana longsor mulai dikerjakan. Alat berat jenis ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan lahan dan pengerukan sisa badan jalan yang runtuh pada Jumat (3/7/2026) sore.

​Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir setengah badan jalan yang longsor telah dikeruk hingga ke lapisan bawah. Pengerukan tersebut menjadi tahap awal sebelum pembangunan trase jalan baru dimulai. Selama proses ini berlangsung, arus lalu lintas di lokasi diberlakukan sistem buka tutup. Jalur yang tersisa dipasangi barikade pengaman dan hanya dapat dilalui kendaraan secara bergantian.

​"Tahap persiapan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lahan, pengukuran, dan mobilisasi pekerja serta alat. Secepatnya akan dilaksanakan ke tahap konstruksi," ujar ​Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, Jumat (3/7/2026).

1. Detail proyek APBD bernilai kontrak Rp5,4 miliar

Papan Informasi Proyek Perbaikan DPT Betin di Kebon Pedes Bogor, IDN Times/Linna Susanti

Proyek penanganan longsor yang terjadi sejak 15 Januari 2026 ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan ini masuk dalam kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I.

​Fokus utama konstruksi adalah pekerjaan perbaikan Dinding Penahan Tanah (DPT) beton guna mengamankan tebing yang longsor setinggi 7 meter dengan panjang penanganan keseluruhan mencapai 63 meter.

Proyek ini dibiayai penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat dengan nilai kontrak pasti sebesar Rp5.446.218.710.

2. Pengerjaan dikebut 150 hari hingga malam hari

Pengalihan Lalin di Kawasan Bekas longsor di Jl. Kebon Pedes Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut mengawal penyerahan Surat Perintah Kerja (SPK) beberapa waktu lalu.

​Proyek perbaikan tebing dan jalan ini ditargetkan selesai dalam waktu pengerjaan 150 hari kalender. Rencananya, konstruksi akan mencakup pembangunan DPT, pemasangan bronjong, beton, material batu granular, serta penataan ulang jalur aliran air.

​"Segala sesuatu perlu proses. Anggarannya harus dimunculkan dan nilainya cukup besar. Waktunya terbatas, sehingga untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilakukan hingga malam hari. Masyarakat diminta memahami jika nanti akan ada buka tutup jalan saat alat berat bermanuver," ujar Dedie.

​3. Wali Kota sentil warga agar berhenti buang sampah ke sungai

Longsor di Jl Kebon Pedes mulai dikerjakan. IDN Times/Linna Susanti

Di luar aspek teknis perbaikan infrastruktur, Dedie A. Rachim juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat sekitar tentang kebiasaan buruk menjaga kebersihan lingkungan.

​Menurut hasil evaluasi, tumpukan sampah yang menghambat aliran air di bawah tebing menjadi salah satu faktor penentu yang memperparah dan memicu terjadinya longsor di lokasi tersebut.

​"Tumpukan sampah menghalangi jalur air. Akibatnya, beban dorongan air pada dinding penahan menjadi sangat besar hingga akhirnya konstruksi lama ambrol. Saya mengingatkan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai," ujar Dedie.

Curated For You

Editorial Team

Related Article