Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dompet Dhuafa-Chiba Islamic Culture Center Bangun Masjid di Jepang

Dompet Dhuafa-Chiba Islamic Culture Center Bangun Masjid di Jepang
Gandeng Chiba Islamic Cultural Center, Dompet Dhuafa bangun masjid permanen di Jepang. (Dok. Dompet Dhuafa)
Intinya Sih
  • Dompet Dhuafa dan Chiba Islamic Culture Center berkolaborasi membangun Masjid Al Muttaqin di Matsudo, Chiba, Jepang sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pengembangan komunitas Muslim.
  • Masjid ini dirancang untuk menjawab kebutuhan 420 ribu Muslim di Jepang, termasuk banyak WNI, dengan menyediakan fasilitas pendidikan Islam bagi generasi muda dan para mualaf.
  • Pembangunan Masjid Al Muttaqin menjadi langkah awal kolaborasi jangka panjang Dompet Dhuafa dan CICC dalam memperkuat syiar Islam serta mengajak masyarakat dan dunia usaha turut mendukung pendanaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dompet Dhuafa bersama Chiba Islamic Culture Center menggagas pembangunan Masjid Al Muttaqin di kawasan Matsudo, Prefektur Chiba, Jepang. Masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pengembangan komunitas Muslim di Negeri Sakura yang jumlahnya terus bertambah.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran Dompet Dhuafa dan pendiri Chiba Islamic Culture Center, Sensei Kyoichiro Sugimoto, di Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan pekan lalu. Pertemuan menjadi langkah awal menyatukan visi untuk menghadirkan Islamic Culture Center yang dapat menjadi pusat aktivitas umat Islam di Jepang.

Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan pembangunan masjid tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mengingat fungsinya yang tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sarana pendidikan dan penguatan syiar Islam.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat menantang. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi banyak pihak, termasuk individu-individu yang peduli untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan Islam, kegiatan keagamaan, sarana ibadah, termasuk mengampanyekan budaya-budaya Islam kepada masyarakat di Jepang,” ujar Ahmad, dalam keterangan persnya, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan kerja sama antara Dompet Dhuafa dan Chiba Islamic Culture Center diharapkan tidak berhenti pada pembangunan masjid semata, tetapi dapat berkembang ke berbagai program dakwah lainnya.

“Sebenarnya kita bisa melakukan banyak bentuk kerja sama selain pembangunan masjid. Minimal dalam konteks dakwah, kita bisa membuat beberapa kerja sama ke depan,” katanya.

1. Masjid jadi pondasi komunitas Muslim

IMG_8248.jpeg
Pendiri Chiba Islamic Culture Center, Sensei Kyoichiro Sugimoto. (Dok. Dompet Dhuafa)

Sensei Kyoichiro Sugimoto menilai keberadaan masjid memiliki arti penting bagi umat Islam di Jepang yang merupakan kelompok minoritas.

Menurutnya, dengan sekitar 99,9 persen penduduk Jepang beragama non-Muslim, keberadaan Islamic Center akan menjadi fondasi bagi tumbuhnya komunitas Muslim yang berkelanjutan.

“Memiliki masjid atau Islamic Center akan memiliki dampak yang sangat signifikan. Bukan hanya untuk salat, tetapi untuk dakwah, mendukung generasi muda Muslim dan para mualaf, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang harus menjaga dan mengembangkan komunitas Muslim di Jepang,” ujar Sugimoto.

Ia bahkan mengaitkan konsep pembangunan Islamic Center tersebut dengan sejarah awal perkembangan Islam.

“Untuk menciptakan komunitas umat, maka masjid atau Islamic Center adalah pondasinya,” katanya.

Sugimoto mengakui pembangunan pusat kegiatan Islam di Jepang tidak lepas dari tantangan, termasuk munculnya sentimen Islamofobia di media sosial. Meski demikian, ia optimistis proyek tersebut dapat terwujud melalui kerja sama berbagai pihak.

“Ini adalah jalan dakwah, pasti ada tantangannya. Insyaallah, jika kita kuat dan bekerja sama, kita bisa mengatasinya,” ujarnya.

2. Populasi Muslim Jepang terus bertambah

Japan-Flag-and-cherry-blossoms.jpg
ilustrasi bendera jepang

Dompet Dhuafa mencatat saat ini terdapat sekitar 420 ribu Muslim yang tinggal di Jepang. Menariknya, lebih dari separuh populasi tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja maupun menetap di negara itu.

Selain kebutuhan tempat ibadah, komunitas Muslim juga membutuhkan fasilitas pendidikan agama yang memadai.

Purwati Kasmaja, istri Sugimoto, mengatakan banyak keluarga Muslim selama ini terpaksa mengirim anak-anak mereka ke negara lain untuk mendapatkan pendidikan Islam.

“Kami sangat membutuhkan tempat edukasi. Mengapa tidak kita hadirkan kompetensi ke Jepang? Harapan kami ke depannya ada ustaz-ustaz yang dikirim ke sana untuk merintis model pendidikan yang permanen,” katanya.

Karena itu, Masjid Al Muttaqin dirancang tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda Muslim serta mualaf di Jepang.

Ahmad Juwaini mengajak masyarakat maupun dunia usaha untuk berpartisipasi dalam pembebasan lahan dan pembangunan gedung masjid tersebut.

“Kami mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, untuk turut membantu mewujudkan sarana peribadatan, syiar, serta pendidikan Islam di Jepang dengan ikut bersama-sama mendanai pembelian gedung tersebut,” ujarnya.

Menurut Dompet Dhuafa, partisipasi masyarakat dapat dilakukan melalui platform digital resmi lembaga sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan Masjid Al Muttaqin di Matsudo, Chiba.

3. Kolaborasi jangka panjang perkuat syiar Islam di Jepang

IMG_8247.jpeg
Gandeng Chiba Islamic Cultural Center, Dompet Dhuafa bangun masjid permanen di Jepang. (Dok. Dompet Dhuafa)

Dompet Dhuafa menilai pembangunan Masjid Al Muttaqin merupakan langkah awal dari kerja sama yang lebih luas bersama Chiba Islamic Culture Center. Selain menyediakan sarana ibadah, kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai program dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat Muslim di Jepang.

Juwaini mengatakan, pembangunan masjid tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, diperlukan dukungan masyarakat, dunia usaha, maupun para dermawan agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, untuk turut membantu mewujudkan sarana peribadatan, syiar, serta pendidikan Islam bagi lingkungan di Jepang dengan ikut bersama-sama mendanai pembelian gedung tersebut,” ujarnya.

Dompet Dhuafa berharap Masjid Al Muttaqin nantinya dapat menjadi pusat aktivitas umat Islam di Matsudo sekaligus simbol kolaborasi masyarakat Indonesia dan Jepang dalam memperkuat syiar Islam, membangun pendidikan, serta mempererat hubungan antarkomunitas di Negeri Sakura.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More