Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WHO Nyatakan Wabah Hantavirus Terkait Kapal Pesiar Telah Berakhir

WHO Nyatakan Wabah Hantavirus Terkait Kapal Pesiar Telah Berakhir
ilustrasi kapal pesiar (Victor Rull, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • WHO resmi menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius berakhir setelah tidak ada kasus baru sejak 25 Mei dan seluruh kontak terakhir dinyatakan negatif.
  • Hantavirus jenis Andes menjadi perhatian karena satu-satunya yang bisa menular antarmanusia, sementara penelitian global oleh WHO melibatkan 21 negara untuk memperkuat kesiapsiagaan.
  • Dua pasien pertama diketahui sempat berwisata di wilayah habitat tikus pembawa virus di Amerika Selatan sebelum naik kapal, diduga menjadi sumber awal penyebaran di MV Hondius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius telah berakhir. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa kontak terakhir dari pasien yang terpapar virus telah menyelesaikan masa karantinanya dan dinyatakan negatif.

"Hari ini, kontak terakhir dari seseorang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantinanya, dinyatakan negatif, dan kembali ke rumah. Tidak ada lagi kasus yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu, WHO menganggap wabah hantavirus ini telah berakhir," kata Tedros, dikutip dari Al Jazeera.

Wabah hantavirus telah menginfeksi 13 orang dan menyebabkan tiga kematian. Kasus ini melibatkan Andes hantavirus, jenis virus langka yang umumnya beredar di Argentina dan Chile. Selama penanganan wabah, lebih dari 650 kontak erat telah diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan yang tersebar di 33 negara dan wilayah.

1. WHO libatkan 21 negara untuk pelajari hantavirus

ilustrasi definisi hantavirus
ilustrasi definisi hantavirus (pexels.com/Daniel Dan)

WHO menegaskan penelitian terhadap hantavirus akan tetap dilanjutkan. Badan kesehatan PBB itu mengoordinasikan studi internasional yang melibatkan 21 negara untuk memahami karakteristik penyakit dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi wabah serupa.

Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus, baik melalui urine, kotoran, maupun air liurnya. Virus tersebut juga dapat menyebar melalui partikel udara saat seseorang membersihkan area yang telah terkontaminasi.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk mengatasi infeksi virus mematikan tersebut. Penanganan pasien masih berfokus pada terapi suportif untuk meredakan gejala dan menjaga kondisi tubuh.

2. Andes hantavirus merupakan satu-satunya jenis yang dapat menular antarmanusia

ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus
ilustrasi hewan pengerat penyebab hantavirus (unsplash.com/Svetozar Cenisev)

Wabah hantavirus telah menimbulkan kekhawatiran pada awal Mei lalu mengingat penyakit mematikan belum memiliki pengobatan yang benar-benar efektif. Kasus infeksi virus tersebut tergolong langka dan hampir seluruh jenisnya tidak menular dari manusia ke manusia.

Sejak sistem pemantauan dimulai pada 1994, Kanada telah mencatat 168 kasus hantavirus. Namun, hanya Andes hantavirus baru-baru ini yang diketahui dapat menyebar antarmanusia. Meski demikian, penularan antarmanusia pada jenis virus tersebut umumnya hanya terjadi melalui kontak yang sangat dekat serta berlangsung dalam waktu cukup lama dengan orang yang terinfeksi, dilansir CBC.

Gejala hantavirus biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah paparan. Penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan sakit perut. Pada kasus yang berat, penyakit dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, hingga penumpukan cairan di paru-paru.

3. Dugaan awal penyebaran hantavirus di MV Hondius

IMG_0221.jpeg
MV Hondius, kapal ‘wabah’ Hantavirus akan berlabuh di Kepulauan Canary. (AFP/Jorge Guerrero)

WHO mengatakan bahwa dua pasien pertama hantavirus di MV Hondius baru saja mengikuti perjalanan wisata pengamatan burung yang melintasi Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal pesiar tersebut. Rombongan diketahui mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi habitat spesies tikus pembawa Andes hantavirus, mengutip laporan BBC.

Para ahli kemudian menduga virus kemungkinan menyebar antarmanusia di antara penumpang yang melakukan kontak erat selama pelayaran. Petugas medis WHO, Diana Rojas Alvarez, mengatakan Andes hantavirus dan jenis hantavirus lainnya masih menjadi ancaman kesehatan di Amerika Selatan serta sejumlah wilayah endemis lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More