Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PBB Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem akibat El Nino

PBB Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem akibat El Nino
ilustrasi banjir. (unsplash.com/Chris Gallagher)
Intinya Sih
  • WMO di bawah PBB memperingatkan penguatan fenomena El Nino yang diprediksi terjadi Juli–September 2026, dengan suhu laut Pasifik meningkat lebih dari dua derajat Celsius di atas rata-rata.
  • Peningkatan suhu global akibat El Nino berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, dan curah hujan tinggi di berbagai wilayah dunia termasuk Australia, Amerika Tengah, dan Afrika.
  • Dampak El Nino sudah terasa dengan korban jiwa akibat gelombang panas di Prancis serta banjir di Peru, mendorong WMO memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi kemanusiaan lintas negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi merilis peringatan terkait perkembangan fenomena cuaca El Nino pada Jumat (3/7/2026). Fenomena iklim ini diprediksi akan menguat pada periode Juli hingga September mendatang.

Lonjakan suhu permukaan laut di Pasifik ekuator tengah dan timur diperkirakan melebihi dua derajat Celsius di atas rata-rata. Kondisi ini akan memicu cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, hingga curah hujan tinggi di berbagai belahan dunia.

1. WMO prediksi El Nino akan berlangsung kuat

ilustrasi kenaikan suhu laut
ilustrasi kenaikan suhu laut (unsplash.com/frankiefoto)

El Nino merupakan pola iklim alami yang memicu anomali suhu hangat pada permukaan laut di Samudra Pasifik. Fenomena ini mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan dalam skala global.

Siklus alami tersebut biasanya berulang setiap dua hingga tujuh tahun sekali. Efek dari fluktuasi iklim itu kerap berlangsung selama sembilan sampai 12 bulan.

Prediksi iklim terbaru menunjukkan tingkat keyakinan tinggi atas proyeksi penguatan intensitas menuju musim gugur. Berbagai pusat iklim global juga melaporkan adanya pemanasan suhu lautan yang konsisten.

"Kondisi El Nino sudah berlangsung dan diperkirakan akan menguat dengan cepat menjadi peristiwa yang kuat seperti yang diantisipasi secara akurat oleh prakiraan WMO," ujar Celeste Saulo, Sekretaris Jenderal WMO, dilansir Al Jazeera.

2. Ancaman cuaca ekstrem membayangi berbagai wilayah

ilustrasi gelombang panas
ilustrasi gelombang panas (unsplash.com/richardvnlb)

Laporan WMO memproyeksikan peningkatan suhu di atas rata-rata hampir di seluruh daratan berpenduduk. Wilayah yang berisiko terpapar cuaca panas mencakup berbagai kawasan di luar kutub.

Penurunan curah hujan mengancam beberapa negara di benua Australia, Amerika Tengah, serta kawasan daratan India. Wilayah Karibia dan sebagian wilayah utara Amerika Selatan juga diprediksi akan menerima curah hujan di bawah normal.

Kondisi sebaliknya berupa pelonjakan curah hujan diprediksi terjadi di wilayah Pasifik ekuator tengah dan timur. Kawasan utara Teluk Guinea di benua Afrika juga bersiap menghadapi guyuran curah hujan tinggi.

Benua Eropa diprediksi akan menghadapi kondisi yang saling bertolak belakang. Wilayah selatan kemungkinan menjadi lebih basah sementara daratan utara berubah menjadi jauh lebih kering.

3. El Nino mulai memicu berbagai bencana

ilustrasi kebakaran. (unsplash.com/ Michael Held)
ilustrasi kebakaran. (unsplash.com/ Michael Held)

Perubahan ini telah memakan korban jiwa dan memicu bencana di sejumlah negara. Otoritas kesehatan Prancis mencatat angka kematian mencapai 2.025 jiwa akibat gelombang panas bulan lalu.

Bencana alam berupa kebakaran hutan besar turut melanda wilayah pesisir Mediterania di negara tersebut. Sebanyak 2 ribu petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api yang melahap 8.700 hektare lahan.

Sementara itu, pemerintah Peru telah menetapkan status darurat selama 60 hari di ratusan kota akibat ancaman hujan lebat. Sekitar 9,3 juta penduduk di kawasan itu kini berada di bawah bayang risiko banjir dan longsor.

Menghadapi risiko krisis lanjutan, WMO memimpin mobilisasi upaya peringatan dini lintas negara. Badan ini berkoordinasi dengan organisasi kemanusiaan PBB untuk memperkuat ketahanan sektor kesehatan dan pertanian di berbagai negara.

"Prakiraan musiman tingkat lanjut dan peringatan dini sangat vital untuk menyelamatkan nyawa serta meredam dampaknya terhadap ekonomi dan komunitas kita," tutur Saulo, melansir The Straits Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More