Proyek Perbaikan Longsor di Bogor Telan Anggaran Rp5,4 Miliar

- Proyek perbaikan longsor di Jalan Kebon Pedes, Bogor, resmi dimulai dengan dukungan APBD Jawa Barat senilai Rp5,4 miliar untuk membangun Dinding Penahan Tanah sepanjang 63 meter.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek dalam 150 hari kalender dengan sistem kerja hingga malam hari dan penerapan buka tutup jalan demi kelancaran lalu lintas.
- Wali Kota Bogor mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai karena tumpukan sampah terbukti memperparah longsor akibat tersumbatnya aliran air di bawah tebing.
Bogor, IDN Times – Penanganan kerusakan Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor akibat bencana longsor mulai dikerjakan. Alat berat jenis ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan lahan dan pengerukan sisa badan jalan yang runtuh pada Jumat (3/7/2026) sore.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir setengah badan jalan yang longsor telah dikeruk hingga ke lapisan bawah. Pengerukan tersebut menjadi tahap awal sebelum pembangunan trase jalan baru dimulai. Selama proses ini berlangsung, arus lalu lintas di lokasi diberlakukan sistem buka tutup. Jalur yang tersisa dipasangi barikade pengaman dan hanya dapat dilalui kendaraan secara bergantian.
"Tahap persiapan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lahan, pengukuran, dan mobilisasi pekerja serta alat. Secepatnya akan dilaksanakan ke tahap konstruksi," ujar Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, Jumat (3/7/2026).
1. Detail proyek APBD bernilai kontrak Rp5,4 miliar

Proyek penanganan longsor yang terjadi sejak 15 Januari 2026 ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan ini masuk dalam kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I.
Fokus utama konstruksi adalah pekerjaan perbaikan Dinding Penahan Tanah (DPT) beton guna mengamankan tebing yang longsor setinggi 7 meter dengan panjang penanganan keseluruhan mencapai 63 meter.
Proyek ini dibiayai penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat dengan nilai kontrak pasti sebesar Rp5.446.218.710.
2. Pengerjaan dikebut 150 hari hingga malam hari

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut mengawal penyerahan Surat Perintah Kerja (SPK) beberapa waktu lalu.
Proyek perbaikan tebing dan jalan ini ditargetkan selesai dalam waktu pengerjaan 150 hari kalender. Rencananya, konstruksi akan mencakup pembangunan DPT, pemasangan bronjong, beton, material batu granular, serta penataan ulang jalur aliran air.
"Segala sesuatu perlu proses. Anggarannya harus dimunculkan dan nilainya cukup besar. Waktunya terbatas, sehingga untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilakukan hingga malam hari. Masyarakat diminta memahami jika nanti akan ada buka tutup jalan saat alat berat bermanuver," ujar Dedie.
3. Wali Kota sentil warga agar berhenti buang sampah ke sungai

Di luar aspek teknis perbaikan infrastruktur, Dedie A. Rachim juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat sekitar tentang kebiasaan buruk menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut hasil evaluasi, tumpukan sampah yang menghambat aliran air di bawah tebing menjadi salah satu faktor penentu yang memperparah dan memicu terjadinya longsor di lokasi tersebut.
"Tumpukan sampah menghalangi jalur air. Akibatnya, beban dorongan air pada dinding penahan menjadi sangat besar hingga akhirnya konstruksi lama ambrol. Saya mengingatkan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai," ujar Dedie.


















