Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RSUD Kota Bima Naik Tipe dari D Jadi C dengan Menambah Layanan KJSU-KIA

RSUD Kota Bima Naik Tipe dari D Jadi C dengan Menambah Layanan KJSU-KIA
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
  • RSUD Kota Bima resmi naik kelas dari tipe D menjadi tipe C dengan pengembangan layanan KJSU dan KIA untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah NTB.
  • Peningkatan ini dilakukan karena banyak pasien rujukan KJSU dan KIA harus dirujuk ke Mataram akibat keterbatasan fasilitas, bahkan beberapa tidak tertolong selama perjalanan panjang.
  • Saat ini RSUD Kota Bima hanya memiliki 100 tempat tidur, sementara kebutuhan ideal mencapai 170, sehingga penambahan kapasitas rawat inap masih menjadi prioritas utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

NTB, IDN Times - Peningkatan kapasitas layanan kesehatan daerah dilakukan di RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kelasnya dari tipe D akan naik jadi tipe C.

Direktur RSUD Kota Bima dr. H. Fathurrahman menjelaskan, perubahan rumah sakit mencakup lingkup pelayanan kanker, jantung, stroke dan uronefrologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Yang jelas saat ini di rumah sakit baru ini, perubahannya adalah di layanan KJSU yang akan kita kembangkan di rumah sakit baru ini, yang selama ini memang tidak kita miliki di rumah sakit lama," kata Fathurrahman, Jumat (27/2/2026).

Pihaknya bakal mengembangkan layanan kanker dengan handling sitotoksik, penanganan jantung dengan cathlab atau catheterization laboratory serta layanan uro-nefrologi atau uronefro, layanan hemodialisa, dan CT-scan.

1. Banyak pasien tak tertolong karena terkendala fasilitas

Direktur RSUD Kota Bima dr. H. Fathurrahman (IDN Times/Lia Hutasoit)
Direktur RSUD Kota Bima dr. H. Fathurrahman. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia menjelaskan, kebutuhan layanan prioritas di Kota Bima masih didominasi kasus rujukan KJSU dan Kesehatan Ibu Anak (KIA). Pasalnya banyak pasien tak tertolong karena terkendala fasilitas.

"Karena kasus-kasus ini yang paling sering kita rujuk ke provinsi dan membutuhkan perjalanan 14-16 jam melewati laut. Sehingga kadang-kadang pasien tidak selamat di jalan, makanya kita sangat antusias mengembangkan layanan KJSU-KIA di kota Bima ini,” ujarnya.

2. Tiap pekan ada rujukan

Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah.
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan, hampir tiap pekan pihaknya melakukan rujukan pasien dengan kasus-kasus KJSU ke Ibu Kota Provinsi NTB, Mataram, karena tak bisa ditangani dengan maksimal di Bima.

"Mungkin hampir seminggu itu dua kasus KJSU kita rujuk ke Mataram, ke provinsi," katanya.

3. Layanan kamar hanya 100

Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah.
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam upaya pemenuhan fasilitas layanan KJSU-KIA, dia mengakui memang masih ada kekurangan fasilitas rawat inap dari sisi jumlah kapasitas tempat tidur. RSUD Kota Bima baru bisa menyediakan 100 tempat tidur dari rasio jumlah penduduk yang seharusnya memerlukan 170 tempat tidur.

"Masih tetap 100 bed, kita berharap ke depan kita bisa menambah jumlah bed karena rasio jumlah penduduk dengan jumlah bed ini yang belum seimbang. Secara jumlah penduduk kita butuh 170 bed," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More