Timnas AMIN Bangun Dapur Umum di Sekitar TPS, Cegah Relawan Kelaparan

Jakarta, IDN Times - Timnas AMIN bakal mengerahkan kekuatan penuh menutup celah kecurangan pada saat pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Salah satunya dengan membuka dapur umum.
Hal itu dilakukan sebagai mitigasi agar konsentrasi para saksi dan petugas di TPS tidak terganggu karena kesulitan mendapatkan makanan. Hal itu diutarakan Wakil Kepala Pelatih Timnas AMIN, Tamsil Linrung, saat memberikan pengarahan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, (13/1/2024).
“Deputi Saksi dan Pengorganisasian Timnas AMIN akan membangun dapur umum di setiap 10 sampai 20 TPS. Diperkirakan sebanyak 50 ribu dapur umum akan didirikan di seluruh Indonesia,” ungkap Tamsil dalam keterangan resmi.
1. Jadi jantung suplai logistik di TPS
Ilustrasi TPS. (IDN Times/Mela Hapsari) Dapur umum nantinya jadi jantung suplai logistik bagi para saksi AMIN. Tamsil berkata, dapur umum itu bisa juga dimanfaatkan oleh petugas KPPS maupun saksi dari paslon lain agar terhindar dari kelaparan saat bertugas.
"Kenapa dapur umum ini sangat diperlukan, supaya saksi-saksi kita ini tidak ada kekhawatiran pada waktu makan siang takut kelaparan. Kita jamin makanan di dapur umum ini untuk mendukung saksi dan petugas agar terjamin pasokan makanannya sehingga proses di TPS berlangsung efektif,“ ujar Tamsil.
2. Sejumlah pihak siap berpartisipasi bangun dapur umum

Simulasi pemungutan suara di TPS 9 Desa Negari. (IDN Times/Wayan Antara) Menurut Tamsil, sejumlah organisasi masyarakat pun menyatakan kesiapannya berpartisipasi mengawal dapur umum. Rata-rata, mereka semua adalah relawan dari pasangan AMIN.
“Dan teman-teman kita dari Kohati dan Muslimah Relawan Setia Anies-Muhaimin atau Melati, Melati ini organisasi Islam yang menghimpun 20 ormas wanita Islam, siap mengawal dapur umum," kata Tamsil.
3. Tak ingin sampai kecolongan soal kecurangan

Simulasi pemungutan suara di TPS 9 Desa Negari. (IDN Times/Wayan Antara) Lebih lanjut, Tamsil tak ingin paslon AMIN kecolongan, dan Pemilihan Presiden (Pilpres) melahirkan pemimpin yang tidak terlegitimasi karena proses-proses yang curang. Maka, suara rakyat harus dikawal sejak di TPS.
“Hanya dengan kekuatan dan semangat rakyat menjaga suara di TPS, kecurangan akan bisa dicegah,” ujar Wakil Kepala Pelatih Timnas AMIN itu.


















