Sungai Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Jaktim Hingga 1,5 Meter

- Sungai Ciliwung meluap akibat hujan tinggi, menyebabkan banjir hingga 1,5 meter di 14 RT Jakarta Timur.
- Genangan juga terjadi di 20 RT dan 5 ruas jalan di wilayah Jakarta dengan ketinggian air berkisar antara 15 hingga 150 sentimeter.
- BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan melakukan penyedotan air serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Jakarta, IDN Times – Hujan yang melanda Jakarta sejak Rabu (28/1/2026) membuat aliran Sungai Ciliwung meluap. Akibatnya 14 RT di Jakarta Timur terendam banjir hingga 1,5 meter.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 09.00 WIB, genangan masih terjadi di 20 RT serta 5 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Yohan, mengatakan luapan Sungai Ciliwung dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu dan Jakarta sejak Rabu (28/1/2026), serta diperparah dengan kenaikan status sejumlah pintu air ke level Waspada atau Siaga 3.
“Luapan Sungai Ciliwung menyebabkan genangan cukup tinggi di wilayah Jakarta Timur, dengan ketinggian air berkisar antara 110 hingga 150 sentimeter,” ujar Yohan dalam keterangan, Kamis (29/1/2026).
BPBD DKI mencatat 14 RT di Jakarta Timur terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliwung. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Bidara Cina sebanyak 4 RT, Kampung Melayu 4 RT, Cawang 5 RT, dan Cililitan 1 RT.
Selain itu, genangan juga terjadi di Jakarta Barat dengan total 6 RT, masing-masing di Kelurahan Rawa Buaya sebanyak 3 RT dan Kelurahan Kedoya Selatan 3 RT. Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter, akibat curah hujan tinggi.
Tak hanya permukiman, genangan juga merendam 5 ruas jalan, yakni Jalan Meruya Selatan, Jalan Daan Mogot KM 12 (seberang Victoria/Pabrik Gelas), Jalan Srengseng Raya di Jakarta Barat, Jalan Cileduk Raya di Jakarta Selatan, serta Jalan Raden Inten II di Jakarta Timur, dengan ketinggian air antara 15 hingga 40 sentimeter.
Yohan menambahkan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi optimal.
“Penanganan terus dilakukan bersama lurah dan camat setempat, termasuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.


















