Ambisi PSI: Jateng, Bali, Sulsel, dan DKI Jadi Kandang Gajah

- PSI berambisi menjadikan Jateng, Bali, dan Sulsel sebagai kandang gajah.
- Partai akan memperkuat internal dan berjuang agar lolos verifikasi pemilu 2029.
- PSI tegaskan akan bangkit di Pemilu 2029 meski belum tergolong partai mapan.
Jakarta, IDN Times - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep mempunyai ambisi besar pada Pemilihan Umum (pemilu) 2029. Sejumlah provinsi pun ditargetkan jadi "Kandang Gajah".
Sejumlah daerah strategis diincar agar menjadi kandang gajah seperti Sulawesi Selatan (Sulsel). PSI bahkan berambisi mencaplok basis PDIP di Jawa Tengah dan Bali.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, partainya serius menjadikan Sulsel sebagai kandang gajah. Terlebih kehadiran Mantan Ketua DPW Partai NasDem Rusdi Masse akan memperkuat PSI di daerah tersebut.
"Hari ini diharapkan Sulawesi Selatan dengan kekuatan yang sedang kita bangun di sini, kemudian rencana-rencana bahwa akan ada politisi-politisi dari beberapa partai lain yang mau bergabung, semakin meyakini kita," kata Bestari kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).
1. PSI ingin Jateng, Bali, hingga Sulsel jadi kandang gajah

Selain Sulawesi Selatan, Bestari mengatakan, PSI juga berambisi menjadikan Jawa Tengah, Bali, dan DKI sebagai kandang gajah.
"Berawal dari Jawa Tengah dan kemudian kita juga punya basis yang sangat kuat di DKI Jakarta, ya bisa juga DKI Jakarta itu menjadi kandang gajah nanti," kata Bestari.
Bestari menyampaikan, Rakernas PSI Makassar akan memperkuat internal partai. Kemudian, partainya akan berjuang agar lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2029.
"Setelah ini selesai semua dan kita lolos verifikasi baru kita adakan lagi nanti next itu Rakernas kedua, bagaimana strategi pemenangan, apa yang harus dilakukan dan sebagainya," kata Bestari.
2. PSI tegaskan akan bangkit di Pemilu 2029

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali mengakui posisi partainya belum tergolong sebagai partai mapan. PSI bahkan belum lolos sebagai peserta pemilu, sehingga belum bisa disejajarkan dengan partai-partai besar nasional.
Hal itu disampaikan Ahmad Ali di sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Rabu (28/1/2026). Ali menyadari, PSI masih memiliki keterbatasan posisi politik yang dihadapi saat ini.
"Memang kami partai liga rendah. Kami tahu diri betul. Jadi PSI ini bukan ancaman bagi partai-partai yang besar. Kami tahu betul diri kami bahwa hari ini kami sedang berjuang untuk lolos sebagai peserta pemilu," kata Ahmad Ali.
3. Tetap memelihara mimpi politik

Meski mengakui kelemahan struktural dan elektoral, Ahmad Ali menegaskan PSI tidak berhenti bermimpi. Dia menyatakan kondisi PSI hari ini tidak boleh sama dengan masa depan yang dituju.
Menurut Ahmad Ali, PSI tidak boleh berhenti pada kondisi saat ini dan harus terus bergerak mengikuti dinamika politik. Perubahan dinilai perlu agar partai memiliki daya saing dan peluang lebih besar menghadapi Pemilu 2029.
"Tapi bukan berarti kami tidak punya mimpi. Hari ini dan kemarin belum tentu sama. Sangat merugi PSI kalau dia masih sama dengan hari ini," kata Ahmad Ali.

















