Surya Paloh Bicara Regenerasi NasDem, Akui Sang Anak Prananda Belum Siap

- Surya Paloh menegaskan pentingnya regenerasi di Partai NasDem karena ia menyadari tidak bisa terus memimpin selamanya dan perlu membuka jalan bagi generasi penerus.
- Ia mengakui proses regenerasi di NasDem belum ideal, dengan sedikit kader yang berani tampil menantang kepemimpinan serta minim figur alternatif sebagai calon pemimpin baru.
- Terkait isu dinasti politik, Paloh menyebut putranya Prananda Surya Paloh belum siap memimpin dan ingin memberi kesempatan agar sang anak berproses secara alami tanpa paksaan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh buka suara soal regenerasi kepemimpinan di tubuh partainya. Ia mengakui tidak bisa bertahan dari waktu ke waktu dan itu merupakan hukum alam.
Paloh menegaskan, seorang senior mempunyai kewajiban untuk membuka jalan transformasi generasi bagi para penerusnya kelak. Ia pun menyadari proses regenerasi di NasDem harus berjalan.
"Menyangkut masalah regenerasi saya pikir itu merupakan hukum alam. Ya tidak mungkin saya bisa bertahan dari waktu ke waktu. Sebuah siklus dari waktu ke waktu," kata Surya Paloh dalam audiensi bersama Forum Pemred, di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Lebih jauh, Paloh turut mengakui, proses regenerasi kepemimpinan di NasDem masih belum berjalan ideal. Ia menilai, salah satu kelemahan partainya saat ini adalah minimnya kader yang berani tampil dan menantang kepemimpinan secara terbuka.
Menurut dia, dinamika internal yang sehat justru ditandai dengan munculnya banyak figur alternatif pemimpin. Paloh bahkan mengaku membutuhkan sosok-sosok yang berani mengkritik dan menantangnya sebagai ketua umum. Ia bahkan berkelakar seorang Viktor Laiskodat belum ada keberanian untuk tampil sebagai penantang kepemimpinannya di NasDem.
Ia menekankan, menyiapkan kader pengganti bukan perkara mudah. Dibutuhkan sosok yang memiliki kemauan, keikhlasan, dan pengorbanan untuk membangun partai.
"Nah ini tidak mudah. Lebih mudah melakukan tadi politik tanpa mahar. Itu gampang, satu policy. Tapi mempersiapkan sebuah pengganti yang datang dengan kemauan, keikhlasan, sacrifice, itu tidak mudah," kata dia.
Terkait isu dinasti politik, Paloh juga menanggapi soal kemungkinan mempersiapkan anggota keluarganya sebagai penerus. Ia mengakui ada keinginan untuk menyerahkan estafet kepemimpinan itu kepada Prananda Surya Paloh. Namun ia menilai, putra sulungnya itu belum memiliku kesiapan yang memadai.
"Oh anaknya dipersiapkan. Ya saya sih kepingin mempersiapkan anak. Cuma saya tengok belum memenuhi syarat, bagaimana? Biar aja dia berproses, entah kapan. Hak dia, yang lain aja punya hak, kenapa dia tidak," kata dia.
Paloh juga ingin memberikan kesempatan kepada Prananda untuk berproses secara alamiah. "Tapi mempersiapkan, belum ada waktu saya mempersiapinnya. Biar secara alami dia bergerak. Kira-kira begitu," ujar dia.
Paloh mengingatkan bahwa tidak ada sosok yang sempurna, termasuk dirinya sendiri. Karena itu, ia menekankan kalau ada sekelompok orang menyampaikan absolut kebenaran terdapat pada mereka, maka itu merupakan pemikiran bodoh.
"Saya harus katakan ini, itulah kenapa saya katakan tidak ada kesempurnaan di antara kita, termasuk diri saya. Jadi siapapun yang berpikir bahwasanya absolut kebenaran ada pada dirinya, ada di kelompoknya, itu sama dengan titik dua, tolol. Siapa saja," kata dia.



















