Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika meninjau kawasan mobil nasional di Subang. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
Rencana pemerintah untuk membuat mobil nasional terus ditindaklanjuti. Hal itu dengan menunjuk PT Pindad (Persero) sebagai pihak yang memproduksi mobil nasional.
Direktur Utama PT Pindad (Persero) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Danantara Development Management Fund, Sigit Puji Santoso memastikan perusahaan pelat merah itu hanya fokus untuk memproduksi mobnas. Mereka tak ikut menggarap proyek pembuatan motor listrik.
"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada penugasan yang lain," ungkap Sigit di Istana Kepresidenan pada Kamis (23/7/2026).
Ia juga menyebut motor listrik nasional akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Namun, ia enggan membeberkan detail lebih lanjut sebab semua informasi akan disampaikan langsung oleh Prabowo.
"Nanti itu akan diumumkan oleh Bapak (Presiden Prabowo) tanggal 13," tutur dia.
Lebih lanjut ketika ditanyakan apakah motor listrik nasional yang diluncurkan dalam waktu dekat bakal menggunakan merek yang sudah ada, Sigit menepisnya. Kendaraan roda dua itu akan hadir dengan merek baru yang dikembangkan oleh tenaga terampil di dalam negeri.
"Gak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," kata Sigit.
Dalam kesempatan itu, Sigit kembali menegaskan Pindad bukan pihak yang bertanggung jawab memproduksi motor listrik nasional. Pemerintah bakal mengumumkan pihak yang mendapat penugasan resmi ketika proyek itu diluncurkan.
Sementara, Kementerian Pertahanan turut mengawasi realisasi proyek mobil nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah dua kali dalam dua bulan terakhir mengunjungi pabrik mobnas yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Terakhir ia berkunjung ke sana pada Selasa, 21 Juli 2026 didampingi Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santoso dan Direktur Utama PT LEN Industri, Joga Dharma Setiawan.
Purnawirawan itu mengatakan kawasan di area Subang dirancang sebagai ekosistem manufaktur terpadu untuk mendukung produksi mobil nasional dan motor listrik nasional.
"Di area itu dilengkapi fasilitas baterai, pusat penelitian dan pengembangan, pengujian kendaraan, jaringan logistik kereta api dan berbagai industri pendukung," ungkap Sjafrie di dalam unggahan media sosialnya dan dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Pembangunan itu, kata mantan Pangdam Jaya tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan pasal 33 UUD 1945.
Sementara, dalam kunjungan Sjafrie pertengahan Juni 2026 lalu, Sigit mengatakan perkembangan pembangunan proyek mobnas dibagi ke dalam tiga tahapan pada rentang waktu 2026 hingga 2028.
Sigit menyatakan rencana pengembangan kawasan industri terintegrasi pada tahap awal menargetkan kapasitas produksi hingga 50 ribu unit kendaraan per tahun pada 2028. Sebagai bagian dari visi jangka panjang, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi 300 ribu unit per tahun.
"Rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50 ribu unit kendaraan per tahun. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kapasitas produksi hingga 300 ribu unit per tahun," kata Sigit seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan.
Ia meyakini bila kawasan industri otomotif terintegrasi di Subang resmi berdiri maka bisa menggerakan perekonomian di area Subang dan sekitarnya. Diprediksi proyek itu mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.