Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wamen ATR Pastikan OTT KPK Tak Ganggu Pelayanan Publik Kantor BPN
Wamen ATR/BPN Ossy Darmawan memastikan pelayanan publik di BPN Kabupaten Bogor tak terganggu setelah OTT KPK. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Pelayanan publik di Kantor BPN Kabupaten Bogor dipastikan tetap berjalan setelah OTT KPK.
  • Ossy Darmawan mengatakan jajaran Kantor BPN Kabupaten Bogor akan dievaluasi secara menyeluruh.
  • KPK mengamankan 17 orang terkait dugaan korupsi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (14/9/2026)

KPK melakukan OTT terkait dugaan korupsi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Selasa (15/9/2026)

Ossy Darmawan menyatakan pelayanan Kantor Pertanahan Bogor dan Kota Tangerang berjalan normal. Budi Prasetyo mengatakan 17 orang masih dimintai keterangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    OTT KPK terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan di Kabupaten Bogor.
  • Who?
    KPK mengamankan 17 orang, termasuk seorang direktur jenderal Kementerian ATR/BPN dan dua kepala kantor pertanahan.
  • Where?
    Kantor BPN Kabupaten Bogor menjadi lingkungan kasus OTT, sementara pengecekan dilakukan di Kantor Pertanahan Bogor dan Kota Tangerang.
  • When?
    OTT terjadi pada Senin (14/9/2026). Ossy Darmawan dan Budi Prasetyo menyampaikan keterangan pada Selasa (15/9/2026).
  • Why?
    Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sumber permasalahan kasus dan mencari solusi secara menyeluruh.
  • How?
    KPK mengamankan pihak-pihak terkait dan masih meminta keterangan dalam tahap penyelidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

KPK membawa 17 orang untuk dimintai keterangan tentang pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Ada dirjen dan dua kepala kantor pertanahan. Pak Ossy Darmawan mengecek kantor pertanahan Bogor dan Kota Tangerang. Pelayanannya masih berjalan normal. Jajaran kantor BPN Bogor juga akan diperiksa dan dievaluasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengecekan yang dilakukan di Kantor Pertanahan Bogor dan Kota Tangerang menunjukkan pelayanan tetap berjalan normal sesuai prosedur sehari-hari. Evaluasi terhadap jajaran Kantor BPN Kabupaten Bogor juga diarahkan untuk mengetahui sumber permasalahan, mencari solusi, dan menjaga agar pelayanan publik tidak menjadi korban dari kasus tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Darmawan memastikan pelayanan publik di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor tidak akan terganggu setelah adanya operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (14/9/2026). Ia juga meminta kasus ini jangan mengorbankan pelayanan publik.

"Alhamdulillah tadi pagi kami melaksanakan pengecekan di Kantor Pertanahan Bogor dan juga Kota Tangerang masih berjalan normal dan sesuai dengan prosedural sehari-harinya," kata Ossy di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ossy memastikan, pihaknya akan mengevaluasi jajaran Kantor BPN Kabupaten Bogor setelah adanya kasus OTT KPK di lingkungan tersebut.

Politikus Demokrat itu menyatakan, pihaknya masih akan mendalami duduk perkara kasus ini untuk melakukam evaluasi secara menyeluruh.

"Semua tempat tentunya harus terus kita lakukan evaluasi, terutama jika memang kejadian ini seperti apa. Ini yang harus kita ketahui dulu sumber permasalahannya apa. Dari situlah baru kita coba carikan solusi dan lakukan evaluasi menyeluruh," kata dia.

KPK mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Mereka yang diamankan termasuk seorang direktur jenderal di Kementerian ATR/BPN dan dua kepala kantor pertanahan (kantah).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, seluruh pihak tersebut masih dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan.

“Total saat ini yang diamankan dalam peristiwa tangkap tangan ini sejumlah 17 orang ya. Di antaranya ada Dirjen, kemudian dua Kepala Kantah,” kata Budi, dikutip Selasa (15/9/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article