Jakarta, IDN Times - Tepat pada 27 November 2024, atap bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan ambruk. Empat ruang kelas dan satu ruang UKS rusak berat. Beruntung, insiden yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu tidak menimbulkan korban karena bertepatan dengan hari libur Pilkada.
Namun, hampir dua tahun berlalu, bangunan sekolah itu belum juga diperbaiki. Sebanyak 274 siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dengan sistem belajar bergantian hingga sore hari.
Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi Rahmini, menceritakan sejak hari pertama bangunan ambruk, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Berbagai tahapan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga analisis tanah, telah dilakukan. Namun hingga kini pembangunan kembali sekolah belum juga terealisasi.
Lantas, mengapa pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tak kunjung dimulai meski bangunan telah ambruk hampir dua tahun? Berikut wawancara khusus IDN Times dengan Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kenhayati Dwi Rahmini.
