Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bikin Konten Sindir Penanganan Bencana, Yama Carlos Diteror

biodata dan profil Yama Carlos (Instagram.com/yamacarlos7)
biodata dan profil Yama Carlos (Instagram.com/yamacarlos7)
Intinya sih...
  • Yama Carlos mengalami teror setelah membuat konten sindir penanganan bencana di Sumatra.
  • Konten video yang diunggahnya tidak menyebut nama pejabat atau pihak tertentu secara eksplisit.
  • Teror berupa peretasan, pengiriman paket COD, dan ancaman membuat Yama siap membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aktor Yama Carlos mengaku mengalami teror beruntun setelah mengunggah konten video yang menyindir pernyataan seorang pejabat terkait penanganan bencana di Sumatra.

Teror tersebut disampaikan Yama melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @yamacarlos7.

Yama menyebut, rangkaian intimidasi itu terjadi meski konten yang diunggahnya tidak pernah menyebut nama pejabat atau pihak tertentu secara eksplisit. Video yang dimaksud kini telah dihapus dari media sosial.

1. Yama tidak sebut nama siapa pun, konten sudah ditakedown

potret Yama Carlos (instagram.com/yamacarlos7)
potret Yama Carlos (instagram.com/yamacarlos7)

Dalam keterangannya, Yama menegaskan tidak ada penyebutan nama atau identitas pihak tertentu dalam video yang diunggahnya. Namun, teror tetap ia alami meski konten tersebut telah di-takedown.

“Intinya seperti ini, beberapa hari lalu saya baru saja posting video dan sekarang sudah saya takedown. Mungkin kalian yang engeh tahu apa video itu, karena saya posting video itu, saya kena teror. Padahal di video itu saya tidak menyebutkan siapapun atau nama siapapun,” kata Yama dalam video yang diunggah, dilihat IDN Times pada Sabtu (3/1/2025).

2. Rekan hingga ibu rekannya ikut jadi sasaran

Yama mengungkapkan, teror tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Salah satu rekannya bahkan mengalami peretasan, hingga nomor ponsel sang ibu diambil alih pelaku.

Pelaku disebut meminta Yama menghapus 12 konten sebagai syarat pengembalian nomor telepon tersebut. Setelah permintaan dipenuhi, nomor itu langsung dikembalikan.

“Si pelaku ini menyuruh teman saya untuk meminta saya menghapus 12 konten kalau mau nomor ibunya kembali lagi. Video sudah saya take down. Dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga,” ujar Yama.

3. Teror berlanjut lewat paket COD fiktif

Meski permintaan tersebut telah dipenuhi, teror belum berhenti. Yama mengaku terus menerima kiriman paket dengan sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD) dari akun-akun fiktif.

Paket-paket itu dikirim menggunakan nama istrinya, nomor telepon pribadinya, serta alamat yang tidak ia tinggali. Nilai barang yang dikirim pun disebut cukup besar. Yama bahkan menunjukkan pesan singkat dari kurir yang mengonfirmasi pengiriman paket-paket tersebut.

“Ini tetap berlangsung sampai detik ini, saat video ini dibuat, dan diposting. Saya tetap mendapatkan kiriman barang COD yang nilainya lumayan besar,” ujar Yama.

Yama menyatakan siap membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila teror tidak segera dihentikan. Ia menilai tindakan tersebut merugikan dirinya, keluarga, serta pihak lain yang ikut terdampak.

Dalam pernyataannya, Yama juga menyayangkan teror yang ia alami. Ia menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi selama berada dalam koridor hukum.

Ia pun menyinggung soal tekanan yang dialami karena merasa tidak memiliki perlindungan atau “bekingan” kuat.

“Ya udahlah, kalau kalian memang tidak punya backingan atau tidak punya bohir di belakang, posisi kalian tidak kuat, posting aja yang lucu-lucu deh. Nggak perlu nyenggol siapapun. Atau kalau mau aman, bisa berada dalam lingkaran. Ya pertebal lagi ilmu manjangin lidah, jilat terus, kalian pasti akan aman. Selamat datang di suatu negara yang katanya negara demokrasi,” beber Yama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Anggota DPR Tekankan Reformasi Polri Harus Sentuh Akar Masalah

03 Jan 2026, 20:28 WIBNews