Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zulhas Kenang Momen Temui Prabowo di Kemhan: Saya Bersama Gerindra
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dalam tasyakur HUT ke-28 PAN (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Zulhas mengenang pertemuannya dengan Prabowo di kantor Kemhan saat Gerindra harus berjalan sendiri.
  • PAN menyatakan tetap bersama Prabowo setelah mengalami kekalahan dua kali sebelum kemenangan kali ini.
  • Zulhas menyebut persamaan nilai perjuangan, termasuk Pasal 33 dan 34 UUD 1945, sebagai pegangan PAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (18/9/2026)

Zulhas mengenang pertemuannya dengan Prabowo di kantor Kemhan. Dalam sambutan HUT PAN di Jakarta, ia menjelaskan alasan PAN tetap bersama Prabowo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Zulhas mengenang pertemuannya dengan Prabowo dan menjelaskan alasan PAN tetap bersama Prabowo.
  • Who?
    Zulkifli Hasan, Partai Amanat Nasional, Prabowo Subianto, dan Gerindra.
  • Where?
    Sambutan disampaikan dalam HUT PAN di Jakarta; pertemuan yang dikenang terjadi di kantor Kemhan.
  • When?
    Jumat (18/9/2026).
  • Why?
    Menurut Zulhas, PAN dan Prabowo memiliki persamaan nilai perjuangan serta cita-cita membangun negara.
  • How?
    Zulhas menyampaikan penjelasan tersebut dalam sambutannya di HUT PAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zulhas bercerita bahwa PAN tetap bersama Pak Prabowo, walaupun Gerindra pernah berjalan sendiri. Ia mengatakannya di HUT PAN di Jakarta. Zulhas bilang mereka sudah kalah dua kali dan sekarang menang. PAN memilih bersama Prabowo karena punya nilai perjuangan dan cita-cita membangun negara yang sama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penjelasan Zulhas menunjukkan bahwa PAN menempatkan persamaan nilai perjuangan dan cita-cita membangun negara sebagai pegangan dalam kebersamaan dengan Prabowo. Rujukan pada Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 memperlihatkan adanya dasar nilai yang disebut Zulhas, bukan sekadar perhitungan untuk membentuk pemerintahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengenang momen saat menemui Prabowo Subianto di kantornya ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Pada momen itu, Zulhas menyatakan, PAN tetap akan bersama Prabowo meski Gerindra saat itu harus berjalan sendiri. Momen itu disampaikan langsung di hadapan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia setelah kalah dalam tiga kali pilpres.

"Saya ingat terakhir, pada waktu teman-teman berpikir panjang bersama Gerindra, saya datang ke kantor Kemhan, tempat Bapak," kata Zulhas dalam sambutannya dalam HUT PAN, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

“Pak, walaupun Gerindra sendiri, kami bersama Bapak. Kita tuntaskan cita-cita perjuangan Bapak, insyaallah kali ini berhasil," imbuhunya.

Zulhas mengungkap alasan PAN tetap bersama Presiden Prabowo Subianto dalam tiga kali pemilu. Menurut Zulhas, keputusan PAN untuk terus bersama Prabowo bukan semata-mata didasarkan pada kalkulasi politik atau kepentingan membentuk pemerintahan.

"Mengapa banyak bertanya, Bapak Presiden, kenapa atau mengapa PAN selalu bersama Pak Prabowo? Kalah dua kali, terus baru ini alhamdulillah kita menang," kata Zulhas.

Zulhas mengatakan, ada alasan lain yang membuat PAN tetap mempertahankan kebersamaan dengan Prabowo. Dia menyebut terdapat persamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun negara.

"Ini bukan hanya kalkulasi politik, bukan hanya ingin membentuk pemerintahan," ujarnya.

Zulhas menegaskan PAN tetap memilih bersama Prabowo karena adanya kesamaan nilai perjuangan. Secara khusus, Zulhas menyinggung Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 sebagai bagian dari nilai yang menjadi pegangan PAN.

"Karena ada persamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun negara untuk mewujudkan kedaulatan bangsa, khususnya Pasal 33 dan 34. Baru Bapak yang bicara mengenai Pasal 33. Komitmen itu yang kita pegang teguh," ujar Zulhas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article