2 Pasukan Israel yang Rusak Patung Yesus di Lebanon Dipenjara

- Dua prajurit IDF dipecat dan dipenjara 30 hari karena merusak patung Yesus di Lebanon selatan, tindakan yang dianggap menistakan umat Kristen.
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras aksi tersebut, meminta maaf kepada umat Kristen, dan berjanji memberi hukuman berat bagi pelaku.
- IDF mengganti patung yang dirusak serta menegaskan akan memantau perilaku pasukannya agar insiden serupa tidak terulang.
Jakarta, IDN Times - Dua pasukan militer Israel (IDF) yang terlibat aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan akhirnya dipecat. Keduanya juga diberi hukuman penjara selama 30 hari. Dua pasukan IDF tersebut terdiri dari pelaku yang secara langsung merusak patung Yesus di Lebanon, sedangkan satu pelaku lainnya hanya merekam aksi yang dilakukan rekannya.
Menurut keterangan IDF pada Selasa (21/4/2026), sanksi ini diberikan karena aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan yang dilakukan dua prajurit tadi telah melanggar norma-norma militer yang ada di IDF. Selain itu, aksi tersebut juga telah menistakan umat Kristen di Lebanon dan di seluruh dunia.
“Penyelidikan menyimpulkan bahwa perilaku para prajurit sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF,” bunyi pernyataan resmi IDF, seperti dilansir Times of Israel.
1. Hukuman diberikan usai Perdana Menteri Israel memberi kecaman

Hukuman ini diberikan usai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras pasukan IDF yang terlibat aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan. Ia juga meminta maaf kepada seluruh umat Kristen di Lebanon dan di seluruh dunia atas tindakan tersebut.
Dalam pernyataannya, Netanyahu berjanji akan memberikan hukuman berat kepada semua anggota IDF yang terlibat dalam aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan. Sebab, ia menilai aksi tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral yang sudah diterapkan kepada semua anggota IDF.
"Saya mengutuk tindakan itu dengan sekeras-kerasnya. Otoritas militer akan mengambil tindakan disiplin yang keras terhadap pelaku. Kami menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut dan atas segala luka yang ditimbulkan kepada umat beriman di Lebanon dan di seluruh dunia," tulis Netanyahu dalam sebuah unggahan di X pada Senin (20/4/2026), seperti dilansir CBS.
2. Perusakan patung Yesus oleh IDF terjadi di sebuah desa di Lebanon

Sebagai informasi, perusakan patung Yesus di Lebanon selatan oleh IDF ini dikabarkan terjadi di Desa Debl. Desa tersebut berada di dekat wilayah perbatasan Israel dan Lebanon. Namun, tidak diketahui secara pasti kapan aksi tersebut berlangsung.
Aksi ini sempat tersebar luas di X dan Facebook dalam bentuk foto dan video. Di X, foto dan video tersebut dilihat oleh lebih dari 5 juta pengguna. Mereka ramai-ramai memberi kecaman keras terhadap pasukan IDF yang menghancurkan patung-patung Yesus di Lebanon selatan. Sebab, mereka menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penistaan terhadap umat Kristen.
“Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis akan bertindak lebih jauh,” kata seorang netizen bernama Ahmad Tibi di Facebook.
3. IDF sudah mengganti patung Yesus yang dirusak oleh pasukannya

Di sisi lain, sejumlah tokoh agama Kristen yang tinggal di Desa Debl juga mengecam aksi perusakan patung Yesus yang dilakukan oleh IDF. Mereka menilai tindakan tersebut telah menodai simbol-simbol keagamaan yang dihormati oleh umat Kristen.
"Salah satu tentara Israel mematahkan salib dan melakukan hal mengerikan ini. (Ini merupakan) penodaan terhadap simbol-simbol suci kami," kata seorang pendeta di Desa Debl yang bernama Fadi Falfel saat diwawancara oleh kantor berita Reuters.
Sebagai bentuk tanggung jawab, IDF mengatakan telah mengganti patung Yesus yang dirusak pasukannya dengan yang baru. IDF juga menegaskan akan terus memantau perilaku semua pasukannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


















