Jakarta, IDN Times - Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sedikitnya 75 tenaga medis di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah tertular virus Ebola sejak wabah tersebut diumumkan pada 15 Mei 2026. Sebanyak 17 di antaranya telah meninggal dunia.
“Wabah ini masih tergolong serius dan berkembang sangat cepat. Ini adalah harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh sistem, sistem layanan kesehatan, karena kita tidak memiliki cukup tenaga kesehatan di DRC,” kata direktur darurat WHO, Marie Roseline Belizaire, pada Jumat (19/6/2026) melalui video dari pusat wabah di wilayah timur DRC.
