Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenag: Bila Pemerintah Tak Perhatikan Pesantren, Itu Melawan Sejarah

Kemenag: Bila Pemerintah Tak Perhatikan Pesantren, Itu Melawan Sejarah
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)
Intinya Sih
  • Kemenag menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pesantren karena lembaga ini merupakan bagian asli dari sejarah dan sistem pendidikan Indonesia.
  • Acara Takjil Pesantren di Depok menjadi ajang dialog antara pemerintah dan santri untuk memperkuat silaturahmi serta mendengar aspirasi dunia pesantren.
  • Pesantren dinilai berperan besar mencetak generasi berilmu dan berakhlak, seperti Al-Karimiyah yang berkembang dari sederhana hingga menjadi lembaga pendidikan Islam terintegrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok. Acara tersebut bertema “Pesantren: Dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan, pesantren harus mendapat perhatian dari pemerintah. Menurutnya, apabila itu tidak dilakukan, sama artinya pemerintah dianggap melawan sejarah.

“Pesantren adalah produk genuine pendidikan Indonesia. Jika pesantren tidak mendapat perhatian pemerintah, maka itu sama saja dengan melawan sejarah,” ujar Suyitno dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (18/3/2026).

1. Pesantren memiliki karakter tersendiri

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)

Suyitno mengatakan, pesantren memiliki karakter sendiri dibanding perguruan tinggi modern. Pola pendidikan dengan berbasis asrama, menjadikan pesantren membina santrinya dengan karakter dan spiritual secara menyeluruh.

“Di pesantren, pembinaan tidak hanya pada aspek ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas santri,” ucap dia.

2. Takjil Pesantren bagian dari pemerintah menyapa santri

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)

Dalam kesempatan itu, Direktur Pesantren Basnang Said, mengatakan Takjil Pesantren ini merupakan bagian dari pemerintah menyapa santri. Acara tersebut bisa menjadi wadah dialog antara pesantren dengan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menyapa santri di berbagai daerah sekaligus memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan pesantren,” kata Basnang Said.

3. Pesantren jadi tempat mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok (dok. Kemenag)

Basnang mengatakan, pesantren merupakan tempat untuk mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah, KH Ahmad Damanhuri, pesantrennya tumbuh secara bertahap. Kini, Pesantren Al-Karimiyah menjadi lembaga pendidikan Islam terintegrasi, dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.

“Pesantren ini lahir dari kondisi yang sangat sederhana, bahkan dulu kegiatan santri dilakukan di emperan masjid. Namun dengan semangat untuk memberi manfaat bagi umat, Al-Karimiyah terus berkembang hingga menjadi pusat pendidikan dan penyebaran ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ahmad.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More