Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arsip Terbaru Ungkap Ada Kain Penutup Kabah Dijual ke Epstein

Arsip Terbaru Ungkap Ada Kain Penutup Kabah Dijual ke Epstein
ilustrasi ibadah haji di sekitar kabah (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Intinya sih...
  • Rincian pengiriman Kain Suci Kabah: Email-email dalam arsip menunjukkan pengiriman dilakukan melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida menggunakan maskapai British Airways. Potongan kain berasal dari bagian dalam dan luar Ka’bah serta dibuat dari bahan yang sama namun tidak pernah dipakai.
  • Epstein sudah mendapat penjelasan akan makna religius Kain Kiswa: Ahmadi menekankan makna spiritual kain tersebut kepada Epstein, menggambarkan betapa sakralnya kain tersebut bagi umat Islam di seluruh dunia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dokumen yang baru dirilis kembali membuka sisi mengejutkan dari jaringan relasi Jeffrey Epstein. Arsip tersebut memuat rangkaian email yang merinci pengiriman kain suci dari Ka’bah di Mekkah ke Amerika Serikat, yang berakhir di kediaman Epstein di Florida.

Korespondensi itu bertanggal Februari hingga Maret 2017, memperlihatkan keterlibatan seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab, Aziza al-Ahmadi, yang bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potongan kain yang berkaitan dengan Kiswa.

Dilansir dari Middle East Monitor, Senin (2/2/2026), Kiswa merupakan kain hitam berhias sulaman emas yang menyelimuti Kabah, situs tersuci dalam Islam. Setiap tahun kain ini diganti, sementara bagian dari Kiswa lama diperlakukan sebagai artefak religius bernilai tinggi.

Pengiriman tersebut berlangsung bertahun-tahun setelah Epstein menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual. Dokumen tidak menjelaskan alasan kain-kain tersebut dikirim kepadanya, maupun bagaimana relasi awal antara Ahmadi dan Epstein terjalin.

1. Rincian pengiriman Kain Suci Ka’bah

Arsip Terbaru Ungkap Ada Kain Penutup Kabah Dijual ke Epstein
ilustrasi kabah (pexels.com/KOFS 24)

Email-email dalam arsip menunjukkan pengiriman dilakukan melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida menggunakan maskapai British Airways. Proses tersebut melibatkan pengaturan faktur, dokumen bea cukai, hingga pengiriman di dalam wilayah Amerika Serikat (AS).

Dalam korespondensi itu dijelaskan, ada tiga potongan kain yang dikirim. Potongan pertama berasal dari bagian dalam Kabah, potongan kedua dari kain luar Kabah yang pernah digunakan, dan potongan ketiga dibuat dari bahan yang sama namun tidak pernah dipakai.

Kain yang tidak digunakan tersebut disebutkan dalam email sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman di bawah kategori ‘karya seni’. Strategi ini dicantumkan secara eksplisit dalam korespondensi terkait pengurusan administrasi pengiriman.

Arsip menunjukkan, kiriman tersebut tiba di rumah Epstein pada Maret 2017. Tidak ada penjelasan dalam dokumen tentang bagaimana artefak religius tersebut diperoleh atau alasan spesifik pengirimannya kepada Epstein.

2. Epstein sudah mendapat penjelasan akan makna religius Kain Kiswa

potret mugshot Jeffrey Epstein, 25 Juli 2013 (commons.wikimedia.org/State of Florida)
potret mugshot Jeffrey Epstein, 25 Juli 2013 (commons.wikimedia.org/State of Florida)

Dalam salah satu email, Ahmadi secara langsung menekankan makna spiritual kain tersebut kepada Epstein. Ia menulis, “Potongan kain hitam itu telah disentuh oleh sedikitnya 10 juta Muslim dari berbagai mazhab, Sunni, Syiah, dan lainnya.”

Ia melanjutkan, “Mereka mengelilingi Kabah tujuh kali, lalu masing-masing berusaha semampu mereka untuk menyentuhnya, dan mereka menaruh doa, harapan, air mata, serta keinginan mereka pada kain ini. Dengan harapan setelah itu semua doa mereka dikabulkan.”

Email tersebut menggambarkan betapa sakralnya kain tersebut bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun, korespondensi tidak mengungkap alasan mengapa kain dengan makna religius sedalam itu dikirim kepada Epstein.

Dokumen juga tidak menunjukkan apakah Ahmadi memahami sepenuhnya latar belakang Epstein atau aktivitas yang berlangsung di properti miliknya.

3. Temuan tambahan dokumen Epstein

Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)
Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dalam rangkaian email lainnya, Ahmadi terlihat menanyakan kondisi Epstein setelah Badai Irma menghantam kawasan Karibia pada September 2017. Ia berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk memastikan keselamatannya di pulau pribadi miliknya.

Sekretaris Epstein membalas, “Semua orang selamat dan itu yang paling penting, beberapa bangunan hilang, pepohonan tumbang, paviliun dermaga rusak, jalan tidak bisa dilewati, kerusakan di luar, tapi bagian dalam baik-baik saja. Kondisinya berantakan tapi semuanya bisa dibangun kembali. Terima kasih sudah menanyakan.”

Ahmadi membalas, “Janji akan kirim tenda baru ;)”.

Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau mengetahui aktivitas yang terjadi di sana. Pulau Little Saint James diketahui menjadi basis operasi jaringan perdagangan seks Epstein.

Dalam pesan terpisah, asisten lama Epstein, Lesley Groff mengirimkan sebuah alat uji DNA kepada Ahmadi, meski tujuan pengiriman tersebut tidak dijelaskan. Epstein sendiri jarang berkomunikasi langsung dengan Ahmadi, lebih sering melalui asistennya. Secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis pada Jumat malam menyatakan bahwa Epstein bekerja sama dengan intelijen Amerika Serikat dan Israel.

Dalam memo itu disebutkan, “Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawah dirinya.”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Regulasi Baru Paksa Lebih Dari 7 Ribu Toko Ganja di Thailand Tutup

02 Feb 2026, 20:09 WIBNews