Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Ancam Tutup Semua Jalur Ekspor Minyak di Timur Tengah

Iran Ancam Tutup Semua Jalur Ekspor Minyak di Timur Tengah
potret kilang minyak (unsplash.com/Timothy Newman)
Intinya Sih
  • Iran melalui Korps Garda Revolusi mengancam menutup seluruh jalur ekspor minyak di Timur Tengah jika Amerika Serikat tidak menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu serangan balasan dari Amerika Serikat, yang kemudian dibalas lagi oleh Iran dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait.
  • Houthi, sekutu Iran di Yaman, telah menyiapkan operasi untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, yang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak global hingga memperburuk kondisi ekonomi dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Iran mengancam akan menutup semua jalur ekspor minyak di Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, langkah ini akan dilakukan jika Amerika Serikat (AS) tidak kunjung menghentikan blokade terhadap semua pelabuhan milik Iran. Sebab, pada Selasa (14/7/2026), Presiden AS, Donald Trump, meminta pasukan militernya untuk menutup semua pelabuhan milik Iran.

"Ekspor energi regional akan dibagi untuk semua atau ditutup untuk semua," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita nasional Iran, IRNA, pada Rabu (15/7/2026), seperti dikutip The New Arab.

1. Iran sudah kembali menutup Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

Saat ini, Iran sudah menutup salah satu jalur utama ekspor minyak dari Timur Tengah, yakni Selat Hormuz. Kebijakan ini kembali diberlakukan oleh IRGC pada 11 Juli lalu. Kebijakan ini dilakukan karena ada kapal yang berlayar di selat tersebut di luar jalur yang sudah ditentukan. Penutupan Selat Hormuz ini akhirnya membuat AS geram dan membalas dengan menyerang Iran. Akibatnya, bentrokan antara Washington dan Teheran kini kembali pecah. 

Serangan terakhir AS ke Iran terjadi pada Rabu malam kemarin. Kala itu, AS menyerang pusat komando militer, sistem pertahanan udara, situs peluncuran rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai milik Iran. Iran pun melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang ada di Yordania dan Kuwait pada Kamis (16/7/2026) pagi waktu setempat. 

2. Iran diprediksi juga akan menutup Selat Bab el-Mandeb

Selat Bab el-Mandeb.
potret Selat Bab el-Mandeb (commons.wikimedia.org/WorldWind software)

Setelah Selat Hormuz, sejumlah pengamat menilai Iran juga bakal menutup Selat Bab el-Mandeb. Selat Bab el-Mandeb sendiri terletak di antara Yaman dan Djibouti. Selain Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb juga menjadi salah satu jalur ekspor minyak paling diandalkan oleh negara-negara Timur Tengah. Dilansir Anadolu Agency, sekitar 12 persen kegiatan ekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global dilakukan di selat tersebut.  

Para ahli memprediksi bahwa Iran bakal meminta bantuan kepada sekutunya, Houthi, untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Sebab, milisi asal Yaman itu sudah lama menjadi sekutu setia Teheran. Beberapa bulan lalu, Houthi juga pernah mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb sebagai balasan karena AS dan Israel terus menyerang Iran.

3. Houthi sudah menyiapkan operasi untuk menutup Selat Bab el-Mandeb

Logo Houthi.
potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Prediksi ini kian menguat ketika Houthi pada Senin (13/72026) lalu mengeluarkan pernyataan soal penutupan Selat Bab el-Mandeb. Kala itu, Houthi mengumumkan bahwa mereka sudah mempersiapkan operasi untuk menutup selat tersebut.

Menurut pengamat, jika Iran dan Houthi menutup Selat Bab el-Mandeb, harga minyak global bakal makin melonjak. Para pengamat menilai harga minyak dunia bisa naik hingga 200 dolar AS atau setara Rp3,6 juta per barelnya. Kondisi ini akan makin memperparah situasi ekonomi global. Sebab, harga minyak global sebetulnya sudah naik usai Iran kembali menutup Selat Hormuz pada pekan lalu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More