Jakarta, IDN Times – Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) akan menggelar latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield (UFS) pada 17-27 Agustus 2026 untuk merespons perkembangan ancaman dari Korea Utara (Korut). Latihan tahunan tersebut mencakup peningkatan kemampuan drone, gangguan GPS, serta serangan siber.
Latihan tersebut juga akan menguji operasi militer sekaligus mendukung latihan kesiapsiagaan darurat pemerintah Korsel. Seoul dan Washington menegaskan bahwa latihan UFS hanya berfokus pada ancaman terhadap Semenanjung Korea dan pertahanan Negeri Ginseng.
Mengutip laporan The Straits Times, sekitar 18 ribu tentara Korsel akan terlibat dalam latihan tersebut. Jumlah itu relatif sama dengan pelaksanaan latihan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, jumlah latihan lapangan gabungan pada tingkat batalion atau lebih tinggi akan dikurangi menjadi 14 latihan, dari 17 latihan pada 2025.
Selain itu, sebanyak 70 personel dari 11 negara anggota Komando PBB (UNC) juga akan berpartisipasi. Sementara itu, Komisi Pengawas Negara-Negara Netral akan mengawasi latihan untuk memantau kepatuhan terhadap Perjanjian Gencatan Senjata.
