Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Siap Pasang Banyak Hulu Ledak Rudal Balistik Antar Benua Sentinel

AS Siap Pasang Banyak Hulu Ledak Rudal Balistik Antar Benua Sentinel
fasilitas peluncuran rudal AS (NPS Photo, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Militer AS siap memasang beberapa hulu ledak pada rudal ICBM Sentinel jika diperintahkan Presiden, menggantikan Minuteman III yang saat ini hanya membawa satu hulu ledak.
  • Program modernisasi nuklir berbasis darat ini ditargetkan rampung pada 2038, meski menghadapi penundaan dan lonjakan biaya hingga 140,9 miliar dolar AS.
  • Keputusan penggunaan banyak hulu ledak berada di tangan Presiden, menandai bahwa arah kebijakan politik akan menentukan masa depan kekuatan nuklir darat AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan, siap memasang beberapa hulu ledak pada rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel yang sedang dikembangkan, apabila diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Kesiapan tersebut diungkapkan Kepala Komando Strategis AS (STRATCOM), Laksamana Angkatan Laut Rich Correll.

Correll mengatakan, opsi tersebut merupakan bagian dari kemungkinan perubahan dari konfigurasi ICBM Minuteman III saat ini, yang dipersenjatai dengan satu hulu ledak.

“Kami memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Itu jelas merupakan keputusan tingkat nasional yang akan diajukan kepada Presiden,” kata Correll, seperti dikutip dari portal The War Zone, Jumat (27/2/2026).

1. Dari Minuteman III ke Sentinel

Saat ini, rudal LGM-30 Minuteman III yang masih beroperasi dipersenjatai dengan satu hulu ledak. Namun, rudal tersebut pada awalnya dirancang untuk membawa tiga hulu ledak.

Pengurangan jumlah hulu ledak dilakukan untuk mematuhi ketentuan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START).

Sentinel diproyeksikan akan mulai menggantikan Minuteman III pada dekade 2030-an. Uji peluncuran pertama desain barunya direncanakan pada 2027.

Dikutip dari AFP, pejabat program Sentinel menolak memberikan rincian mengenai jumlah hulu ledak maksimum yang dapat dipasang pada satu rudal tersebut. Sebelumnya, rencana yang diumumkan ke publik menyebut setiap rudal akan dipersenjatai dengan satu hulu ledak jenis W87-1.

2. Target modernisasi nuklir AS pada 2038

Amerika Serikat menargetkan modernisasi penuh persenjataan nuklir berbasis daratnya pada 2038. Rudal-rudal Sentinel diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2030.

Namun, program ini tidak lepas dari tantangan. Penundaan serta pembengkakan anggaran berulang kali memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaannya.

Pada awal Juli 2024, Pentagon mengumumkan bahwa pengembangan ICBM Sentinel tetap akan dilanjutkan, meskipun biaya program melonjak 81 persen dari perkiraan awal.

Total biaya yang diproyeksikan mencapai 140,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.362 triliun.

3. Keputusan di tingkat presiden

Pernyataan Correll menegaskan, opsi pemasangan lebih dari satu hulu ledak bukanlah keputusan militer semata, melainkan berada pada level kebijakan nasional. “Kami memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Itu jelas merupakan keputusan tingkat nasional yang akan diajukan kepada Presiden,” ujarnya.

Artinya, meskipun secara teknis memungkinkan, implementasi opsi tersebut tetap bergantung pada keputusan politik di tingkat tertinggi.

Dengan penggantian Minuteman III menuju Sentinel dan kemungkinan perubahan konfigurasi hulu ledak, modernisasi kekuatan nuklir darat AS memasuki fase baru yang akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan pemerintahan yang sedang berkuasa.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More