Bahas Perang Ukraina dengan Latar Kembang Api, Menhan Jerman Dihujat

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht, pada Senin (2/1/2023), dikecam dan diejek karena video yang dia unggah di media sosial. Lambrecht membagikan video refleksi perang di Eropa dengan latar belakang perayaan Tahun Baru yang riuh.
Dia dianggap tidak sensitif dan tuli nada. Banyak orang menilai pidato yang diunggah Lambrecht itu adalah pidato yang tidak pantas dan mempermalukan Jerman.
1. Christine Lambrecht memberi pidato tentang perang dengan latar belakang perayaan tahun baru
Adapun pembahasan pada pidato Lambrecht adalah refleksi perang di Eropa, merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina. Saking ramainya suara kembang api, apa yang dikatakan oleh Lambrecht bahkan hampir tidak terdengar.
"Dan terkait dengan itu, bagi saya, ada banyak kesan khusus yang bisa saya dapatkan, banyak, banyak pertemuan dengan orang-orang yang menarik dan hebat. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih yang tulus," kata Lambrecht dalam video tersebut, dikutip Al Jazeera.
Sejumlah oposisi mengecam aksi Lambrecht, karena perang Ukraina dan komentar tentang 'orang-orang hebat' yang dimaksud, disandingkan dengan latar belakang kemeriahan perayaan tahun baru di belakangnya.
2. Christine Lambrecht dinilai tuli nada
Selain oposisi Jerman yang marah dengan Lambrecht, media di negara tersebut juga mengecam pidato itu. Apa yang dilakukan Lambrecht disebut pidato yang gagal mencapai nada yang tepat, sehingga dia dianggap tuli nada.
Dilansir The Local, media lokal Bild menyebut pidato Lambrecht yang berdurasi sekitar satu menit itu telah mempermalukan Jerman.
Lambrecht adalah anggota partai Sosial Demokrat yang pemimpinnya kini menjadi Kanselir Jerman. Sebelumnya, dia juga telah menghadapi kritik karena Jerman dianggap lamban membantu Ukraina.
Lambrecht juga pernah diejek tahun lalu karena mengumumkan bahwa Berlin akan mengirim 5 ribu unit helm ke Ukraina, sebab pemerintah Jerman saat itu masih memiliki keberatan untuk mentransfer senjata berat ke Kiev.
3. Seruan pengunduran diri

Bahkan anggota parlemen dari partai oposisi di Jerman, Christian Democratic Union (CDU), menyerukan agar Lambrecht mengundurkan diri.
"Pidato tentang perang dengan petasan Malam Tahun Baru di latar belakang hanya memahkotai rangkaian rasa malunya," kata anggota parlemen CDU, Serap Guler, dikutip Deutsche Welle.
Pada Desember lalu, Pemimpin CDU, Markus Soder, menyerukan agar Lambrecht mengundurkan diri dari jabatan.
"Siapa pun yang bahkan tidak bisa memesan amunisi dan berjuang untuk membeli beberapa jet tempur Amerika sama sekali tidak siap di kantor (untuk menjabat)," kata Soder.



![[QUIZ] Tes Seberapa Luas Wawasan Kamu Tentang Sejarah Kenabian, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20250330/kusi-kisah-nabi-cover-7d0b3b2b4abad8912775212d324e6661.jpg)














