Cerita WNI Pertama Kali Nyoblos di Malaysia, Sempat Ricuh

Jakarta, IDN Times - Fransiska Renata mengaku merasakan antusiasme yang cukup besar dari para Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia ketika menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2024.
Renata sendiri mengaku baru pertama kali nyoblos di luar negeri lantaran dirinya bekerja di Malaysia sejak akhir 2023 lalu.
“Saya pertama kali nyoblos di luar negeri dan memang WNI di Malaysia sebanyak itu. Ramai sekali. Desak-desakan dan tidak ada yang mau antre. Pas masuk ke area WTC (lokasi pemilu) memang sempat ricuh di awal karena barisan tidak diatur sejak awal,” kata Renata, kepada IDN Times, Selasa (13/2/2024).
1. Petugas PPLN hanya ada di lantai atas

WNI mengantre dan berdesak-desakan untuk mencoblos di Kuala Lumpur, Malaysia. (dok. Istimewa) Menurut pengakuan Renata, Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) dan Bawaslu hanya ada di lantai atas. Padahal, di lantai bawah antrean mengular panjang.
“Saya kaget karena PPLN dan Bawaslu kebanyakan ada di lantai atas. Di bawah itu anteran chaos tapi di atas itu tertib, rapi dan cepat,” ucap Renata lagi.
“Saya antre selama 2 jam buat bisa masuk ke TPS dan 30 menit untuk semua proses mencoblos dari registrasi sampai selesai,” lanjut dia.
2. Persiapan yang sudah memadai dari PPLN

Ilustrasi logistik Pemilu. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Renata juga menyampaikan bahwa PPLN, Bawaslu serta diawasi oleh KBRI Kuala Lumpur sudah mempersiapkan sebaik mungkin. Namun memang WNI di Malaysia jumlahnya sangat banyak.
“Rute masuk itu jelas, dipasang pagar pengaman. Cuma sayangnya tiap pagar itu tidak ada yang jaga, jadi pada tubruk pagar itu dan jadi chaos,” ucap dia.
Renata sendiri mendaftar sebagai pemilih khusus karena terlambat memindahkan DPT ke luar negeri.
3. Hampir 450 ribu WNI terdaftar DPTLN Kuala Lumpur

Tiga capres yang berlaga di pemilu 2024. (IDN Times/Aditya Pratama) Sementara itu, PPLN Kuala Lumpur telah menetapkan 447.258 WNI masuk dalam DPTLN Kuala Lumpur dalam pemilu 2024.
Dari total DPTLN tersebut, sebanyak 222.945 orang melakukan pencoblosan langsung di 223 TPSLN yang ada di Kuala Lumpur, Putrajaya, Perak, Kelantan dan Trenggganu.
Adapun pemungutan suara dengan metode Kotak Suara Keliling (KSK) berjumlah 136 untuk melayani 67.946 WNI. Ada juga 313 kotak suara keliling metode pos untuk menjaring 156.367 WNI.























