Spanduk Hidup Makin Susah Pemerintah Kerja Terbentang di Sudirman

- Spanduk bertuliskan kritik terhadap pemerintah terbentang di atas Terowongan Kendal setelah aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
- Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman kembali dibuka setelah massa bubar sekitar pukul 19.50 WIB; polisi membersihkan barier yang dibakar demonstran.
- Aksi SADAR yang melibatkan mahasiswa menyampaikan lima tuntutan, termasuk status bencana nasional, perbaikan anggaran, pendidikan lebih murah, pemberantasan korupsi, dan penghentian militerisasi ruang sipil.
Jakarta, IDN Times - Spanduk besar bertuliskan "Hidup Makin Susah Bencana Makin Parah Pemerintah Kerja" terbentang di atas Terowongan Kendal, usai aksi demo di kawasan Bundaran HI, Rabu (28/10/2026).
Spanduk tersebut menjadi sorotan warga yang melintas atau pun penumpang yang akan masuk ke Stasiun Sudirman.
Sementara, saat ini ruas Jalan MH Thamrin dan Jenderal Sudirman, persisnya di depan Gedung Plaza UOB, Jakarta Pusat, sudah kembali dibuka kembali, setelah massa demonstran membubarkan diri sekitar pukul 19.50 WIB.
Sejumlah pengendara motor dan mobil mulai melewati jalan tersebut. Sedangkan, aparat kepolisian nampak membersihkan sisa-sisa barier yang dibakar massa aksi unjuk rasa.
Sebelumnya, aksi pembubaran demo sempat terjadi kericuhan. Polisi sempat menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa, sekitar pukul 18.20 WIB. Aparat kepolisian dan TNI juga menangkap sejumlah peserta unjuk rasa.
"Saya imbau teman-teman agar kembali ke rumah masing-masing," ucap polisi dengan pengeras suara.
Diketahui sejumlah elemen masyarakat bergabung dalam Massa aksi Indonesia Sadar (SADAR) termasuk mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tuntutan tersebut meliputi penetapan status bencana nasional, perbaikan anggaran negara, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, hingga penghentian militerisasi di ruang sipil.




















