Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Desak Jepang Hukum Perwira Militer yang Menyusup di Kedubes

China Desak Jepang Hukum Perwira Militer yang Menyusup di Kedubes
Bendera China (pixabay.com/SW1994)
Intinya Sih
  • Seorang perwira Pasukan Bela Diri Jepang bernama Kodai Murata ditangkap setelah menerobos Kedutaan Besar China di Tokyo sambil membawa pisau dan mengaku ingin menyampaikan protes langsung kepada duta besar.
  • Pemerintah China mengecam keras insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina, menuntut investigasi transparan, serta meminta Jepang menghukum pelaku dan memperkuat perlindungan fasilitas diplomatik.
  • Pemerintah Jepang menyatakan penyesalan atas keterlibatan anggota militernya, berjanji bekerja sama dalam penyelidikan, serta meningkatkan keamanan di kawasan diplomatik untuk mencegah kejadian serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hubungan diplomatik China dan Jepang menegang menyusul penangkapan seorang perwira aktif Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) Jepang pada Selasa (24/3/2026). Perwira tersebut ditahan setelah menerobos masuk ke kompleks Kedutaan Besar China di distrik Minato, Tokyo, dengan membawa senjata tajam.

Insiden ini memicu protes keras dari Beijing yang menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan wilayah diplomatik serta ancaman nyata bagi keselamatan para diplomat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Luar Negeri China pada Rabu (25/3/2026) resmi menuntut pemerintah Jepang untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. China mendesak agar pelaku dihukum berat demi mencegah insiden serupa terulang kembali.

Pemerintah China menegaskan bahwa kegagalan Jepang dalam melindungi misi diplomatik asing merupakan bentuk kelalaian terhadap kewajiban internasional. Hal ini dinilai dapat memperburuk stabilitas hubungan kedua negara di kawasan Asia Timur yang tengah sensitif.

1. Perwira militer Jepang yang menyusup ke kedubes China rencanakan aksi bunuh diri

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengidentifikasi penyusup tersebut sebagai Kodai Murata (23), perwira berpangkat Letnan Dua Pasukan Bela Diri Darat Jepang yang bertugas di Garnisun Ebino, Prefektur Miyazaki. Murata diketahui telah merencanakan aksinya dengan matang.

Ia menempuh perjalanan dari wilayah barat daya Jepang menuju Tokyo menggunakan bus dan kereta cepat Shinkansen sejak Senin (23/3/2026). Setibanya di ibu kota, ia sempat menginap di kafe internet dan membeli pisau dapur sepanjang 18 sentimeter.

Berdasarkan hasil investigasi, Murata melancarkan aksinya pada Selasa pagi (24/3/2026) sekitar pukul 09.00 waktu setempat dengan cara memanjat pagar pembatas gedung kedutaan di kawasan Moto-Azabu. Ia berhasil dilumpuhkan oleh staf internal kedutaan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dalam pengakuannya, Murata menyatakan tujuannya adalah bertemu langsung dengan Duta Besar China untuk menyampaikan keberatan atas pernyataan Beijing mengenai kedaulatan Jepang. Ia bahkan berniat mengakhiri hidupnya sebagai bentuk protes jika permintaannya ditolak.

"Saya ingin menyampaikan pendapat saya secara langsung kepada duta besar dan meminta agar mereka menahan diri dari pernyataan yang agresif terhadap Jepang. Jika permohonan saya ditolak, saya berencana untuk mengejutkan mereka dengan cara bunuh diri di lokasi tersebut," ujar Murata, dilansir Kyodo News.

2. China kutuk keras penyusupan perwira Jepang di kedubes Beijing

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengutuk keras aksi penyusupan bersenjata tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. Beijing menganggap pihak keamanan Jepang gagal menjalankan tanggung jawab melindungi fasilitas diplomatik asing.

Pihak Beijing menyoroti tindakan berbahaya pelaku yang dilaporkan berteriak mengancam personel diplomatik saat beraksi. Lin Jian menilai insiden ini mencerminkan adanya pengaruh ideologi sayap kanan radikal di dalam institusi pertahanan Jepang, sehingga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem kedisiplinan Pasukan Bela Diri Jepang.

"Insiden ini sangat serius karena telah mengancam keselamatan personel kedutaan secara nyata. Kami mendesak Jepang untuk mengusut tuntas kasus ini, menghukum pelaku seberat-beratnya, serta memberikan penjelasan komprehensif kepada China mengenai kronologi peristiwa ini," ujar Lin Jian, dikutip dari CTV News.

China mengingatkan bahwa Jepang memiliki kewajiban hukum internasional untuk mengambil langkah preventif guna melindungi area kedutaan dari segala bentuk gangguan dan penghinaan terhadap martabat misi diplomatik.

3. Jepang sesalkan keterlibatan anggota militer aktif

Pemerintah Jepang melalui Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyatakan penyesalan mendalam atas keterlibatan perwira militer dalam pelanggaran hukum tersebut. Jepang berjanji akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait untuk memastikan proses hukum berjalan tegas.

Pasukan Bela Diri Darat Jepang juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyesalkan penangkapan anggotanya. Institusi militer tersebut berkomitmen menangani kasus ini dengan disiplin militer yang ketat guna menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Untuk meredakan ketegangan, Tokyo telah mengerahkan tambahan personel kepolisian untuk menjaga Kedutaan Besar China selama 24 jam. Jepang juga melakukan evaluasi protokol keamanan di distrik diplomatik guna mencegah masuknya elemen radikal di masa depan.

"Sangat disesalkan bahwa seorang anggota Pasukan Bela Diri telah ditangkap atas dugaan penyusupan ke wilayah kedutaan. Saat ini kepolisian sedang melakukan investigasi mendalam dan kami telah menerapkan langkah-langkah tambahan untuk memperkuat keamanan di lokasi tersebut," kata Minoru Kihara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More