Daftar 7 Protes Terbesar di Amerika Serikat, Ada Aksi No Kings

- Sejarah panjang protes besar di AS menunjukkan rakyat sering turun ke jalan menuntut keadilan sosial, mulai dari hak sipil, lingkungan, hingga kesetaraan gender dan rasial.
- Setiap aksi besar seperti March on Washington, Earth Day, Women’s March, dan Black Lives Matter berhasil mendorong perubahan kebijakan signifikan di bidang hukum, lingkungan, serta representasi politik.
- Aksi terbaru ‘No Kings’ tahun 2026 melibatkan jutaan orang menolak intervensi militer ke Iran dan memaksa Kongres meninjau ulang kewenangan perang presiden.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat memiliki sejarah panjang di mana jalanan menjadi ruang negosiasi paling jujur antara rakyat dan pemerintah. Setiap aksi besar yang pecah biasanya merupakan akumulasi dari keresahan sosial yang sudah mencapai titik jenuh. Di akhir Maret 2026 ini, kita kembali melihat pola yang sama dengan munculnya jutaan orang untuk menolak kebijakan intervensi militer ke luar negeri. Untuk memahami skalanya, berikut adalah rincian aksi demonstrasi paling berpengaruh yang pernah mengguncang Negeri Paman Sam.
1. March on Washington for Jobs and Freedom (1963)

Aksi bersejarah ini berlangsung pada 28 Agustus 1963 di Lincoln Memorial, Washington D.C., dengan melibatkan sekitar 250.000 hingga 500.000 orang. Pemicu utamanya adalah diskriminasi rasial sistemik dan ketidakadilan ekonomi yang dialami warga kulit hitam di Amerika.
Para demonstran menuntut pengesahan undang-undang hak sipil yang bermakna, penghapusan segregasi di sekolah, serta perlindungan hak pilih. Melansir dari History, aksi ini menjadi sangat fenomenal karena pidato "I Have a Dream" dari Martin Luther King Jr. yang akhirnya menjadi katalisator utama lahirnya Civil Rights Act 1964 dan Voting Rights Act 1965.
2. Aksi Century City (1967)
Aksi Century City terjadi pada 23 Juni 1967 di depan Century Plaza Hotel, Los Angeles, saat Presiden Lyndon B. Johnson sedang menghadiri acara penggalangan dana. Sekitar 10.000 hingga 15.000 orang turun ke jalan karena merasa kecewa dengan eskalasi Perang Vietnam yang terus memakan korban.
Tuntutan utama massa adalah penghentian pengiriman tentara ke Vietnam dan penarikan pasukan segera dari wilayah konflik. Berdasarkan laporan LA Times, meskipun aksi ini berakhir dengan bentrokan keras dengan aparat, peristiwa ini menandai titik balik di mana opini publik Amerika mulai berbalik melawan kebijakan perang pemerintah.
3. Earth Day Pertama (1970)

Pada 22 April 1970, diperkirakan 20 juta warga AS atau sekitar 10 persen dari populasi nasional saat itu melakukan aksi serentak di berbagai kota besar. Gerakan ini dipicu oleh kerusakan lingkungan masif akibat tumpahan minyak di Santa Barbara serta polusi industri yang tidak terkendali.
Massa menuntut adanya regulasi ketat terhadap limbah industri dan perlindungan bagi spesies yang terancam punah. Menurut Britannica, gerakan masif ini sangat sukses karena berhasil memaksa pemerintah membentuk Badan Perlindungan Lingkungan/Environmental Protection Agency (EPA) serta mengesahkan Clean Air Act dan Clean Water Act yang masih menjadi acuan hingga kini.
4. Demo Imigran Besar / A Day Without Immigrants (2006)

Gelombang protes imigran ini pecah antara Maret hingga Mei 2006, dengan konsentrasi massa terbesar mencapai 1 juta orang di Los Angeles dan Chicago. Demonstrasi ini dipicu oleh munculnya RUU H.R. 4437 yang akan mengkriminalisasi imigran tanpa dokumen sebagai pelaku kejahatan berat atau felony. Para pengunjuk rasa menuntut reformasi imigrasi yang lebih adil dan pembatalan RUU diskriminatif tersebut.
Laporan dari Pew Research menyebutkan bahwa kekuatan ekonomi yang ditunjukkan komunitas migran melalui aksi mogok kerja ini berhasil membuat RUU tersebut gagal disahkan oleh Senat Amerika Serikat.
5. Women’s March (2017)

Women’s March digelar pada 21 Januari 2017, tepat satu hari setelah pelantikan presiden, dan tersebar di Washington D.C. serta ratusan kota lainnya. Sekitar 3,3 juta hingga 5,2 juta orang berpartisipasi karena merasa kebijakan pemerintah baru saat itu mengancam hak-hak perempuan, minoritas, dan imigran. Massa menuntut perlindungan hak reproduksi, kesetaraan upah, dan penghapusan diskriminasi gender.
Dilansir The New York Times, aksi ini tidak hanya menjadi protes satu hari terbesar dalam sejarah AS, tetapi juga memicu gelombang aktivisme baru yang membuat keterwakilan perempuan di Kongres mencapai rekor tertinggi pada pemilu berikutnya.
6. Gerakan Black Lives Matter (2020)

Puncak gerakan Black Lives Matter terjadi pada musim panas 2020 setelah kematian George Floyd di tangan polisi di Minneapolis. Diperkirakan 15 hingga 26 juta orang terlibat dalam aksi yang tersebar di lebih dari 2.000 kota di 50 negara bagian Amerika Serikat. Tuntutan utama gerakan ini adalah reformasi total institusi kepolisian, penghapusan rasisme sistemik, dan akuntabilitas aparat hukum terhadap warga kulit hitam.
Berdasarkan data dari The New York Times, aksi ini berhasil mendorong banyak kota untuk merombak anggaran kepolisian, melarang teknik penahanan berbahaya, dan mengesahkan berbagai regulasi keadilan rasial.
7. Aksi No Kings (2026)

Aksi "No Kings" yang baru saja pecah pada 28 Maret 2026 melibatkan sekitar 8 juta orang di seluruh penjuru Amerika Serikat, dengan pusat massa di Washington D.C. dan Los Angeles. Protes ini dipicu oleh rencana intervensi militer skala terbatas ke Iran serta kebijakan domestik Presiden Donald Trump yang dianggap mulai otoriter. Massa menuntut pembatalan operasi militer, penghentian retorika perang, dan transparansi penuh terhadap anggaran pertahanan negara.
Dilansir The Guardian, tekanan publik yang sangat masif ini akhirnya memaksa Kongres untuk meninjau kembali kewenangan perang presiden guna mencegah konflik terbuka di Timur Tengah.
Deretan aksi di atas membuktikan bahwa rakyat AS punya daya tawar yang sangat tinggi melalui demonstrasi massal. Dari tuntutan kesetaraan hingga penolakan terhadap perang dengan Iran di tahun 2026 ini, setiap kerumunan orang di jalanan adalah pengingat bahwa kebijakan publik harus selalu berpihak pada keinginan rakyatnya.















