Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Negara dengan Pertumbuhan Lansia Tercepat, Indonesia Termasuk!
ilustrasi orang tua atau lansia (pexels.com/Andreas Suwardy)
  • Arab Saudi diproyeksikan memimpin pertumbuhan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 115% pada 2025-2040, melampaui rata-rata global 53%, meski usia mediannya masih 29,6 tahun.
  • Di Asia Tenggara, Malaysia diproyeksikan naik 78%, Vietnam 77%, dan Indonesia 75% hingga 2040; angka ini menunjukkan percepatan perubahan struktur usia, bukan jumlah lansia terbesar.
  • Kenaikan harapan hidup dan penurunan kelahiran mendorong penuaan penduduk, sehingga layanan kesehatan, pensiun, fasilitas publik, dunia kerja, serta industri perawatan lansia perlu beradaptasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan struktur penduduk kini menjadi salah satu isu yang mulai mendapat perhatian di berbagai negara. Selama ini banyak orang mengira negara dengan populasi lansia terbesar hanya didominasi Jepang atau negara-negara Eropa. Padahal, proyeksi terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas justru paling cepat terjadi di sejumlah negara yang saat ini masih tergolong berpenduduk muda.

Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran dalam beberapa dekade terakhir. Indonesia pun termasuk dalam daftar negara dengan pertumbuhan lansia tercepat hingga tahun 2040. Artinya, kamu juga perlu memahami bagaimana perubahan demografi ini bisa memengaruhi kehidupan masyarakat di masa depan.

1. Arab Saudi memimpin pertumbuhan lansia dunia

ilustrasi orang tua atau lansia, Arab Saudi (pexels.com/Miguel Cuenca)

Arab Saudi diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi lansia tercepat di dunia. Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan meningkat hingga 115% pada periode 2025-2040. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata dunia yang diproyeksikan mencapai 53%.

Menariknya, usia median penduduk Arab Saudi saat ini masih sekitar 29,6 tahun sehingga tergolong relatif muda. Namun, kombinasi antara meningkatnya harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran membuat jumlah lansia bertambah sangat cepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa negara dengan populasi muda sekalipun bisa mengalami percepatan penuaan penduduk dalam waktu yang gak terlalu lama.

2. Malaysia, Vietnam, dan Indonesia ikut mengalami lonjakan

ilustrasi orang tua atau lansia, Vietnam (pexels.com/Vietnam Hidden Light)

Selain Arab Saudi, beberapa negara Asia Tenggara juga diperkirakan mengalami pertumbuhan lansia yang sangat tinggi. Malaysia berada di posisi ketiga dengan kenaikan sekitar 78%, disusul Vietnam sebesar 77%. Indonesia juga gak jauh berbeda dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 75% hingga tahun 2040.

Meski pertumbuhannya tinggi, bukan berarti Indonesia langsung menjadi negara dengan populasi lansia terbesar di dunia, lho. Angka tersebut lebih menggambarkan seberapa cepat struktur umur penduduk berubah dibandingkan kondisi saat ini. Dengan usia median sekitar 30,4 tahun, Indonesia masih memiliki populasi usia produktif yang besar, tapi perlahan akan memasuki fase masyarakat yang semakin menua.

3. Negara tua justru mengalami pertumbuhan lebih lambat

ilustrasi orang tua atau lansia, Jepang (unsplash.com/Joris Beugels)

Banyak orang mungkin mengira Jepang akan menjadi negara dengan pertumbuhan lansia paling pesat. Faktanya, proyeksi menunjukkan pertumbuhan populasi lansia di Jepang hanya sekitar 7% hingga 2040. Kroasia juga memiliki angka yang sama, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara berkembang.

Hal tersebut bukan karena proses penuaan penduduk berhenti terjadi. Sebaliknya, Jepang sudah lebih dahulu mengalami perubahan demografi selama beberapa dekade terakhir sehingga proporsi lansianya memang sudah sangat besar. Dengan usia median hampir 50 tahun, peningkatan jumlah lansia gak lagi melonjak seperti negara-negara yang baru memasuki fase penuaan penduduk.

4. Negara muda mulai menghadapi tantangan baru

ilustrasi orang tua atau lansia, kumpul bareng (pexels.com/Talha Uğuz)

Fenomena serupa juga terlihat di berbagai negara dengan populasi muda lainnya. Uni Emirat Arab diproyeksikan mengalami pertumbuhan lansia sebesar 80%, sementara Kolombia mencapai 77%, Meksiko 74%, India 68%, dan Nigeria sekitar 58%. Padahal, usia median penduduk di negara-negara tersebut masih relatif rendah.

Perubahan ini terjadi karena semakin banyak orang yang hidup lebih lama, sedangkan jumlah kelahiran terus menurun. Di sisi lain, generasi usia produktif saat ini secara bertahap akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang. Akibatnya, jumlah penduduk lanjut usia meningkat sangat cepat meskipun sebelumnya proporsinya masih kecil.

5. Pertumbuhan lansia membawa tantangan sekaligus peluang

ilustrasi orang tua atau lansia, kumpul bareng, Vietnam (pexels.com/Ngan Le Thuy)

Meningkatnya jumlah lansia tentu menjadi tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah perlu mempersiapkan layanan kesehatan, sistem pensiun, hingga fasilitas publik yang lebih ramah bagi penduduk lanjut usia. Dunia kerja juga harus mulai beradaptasi dengan perubahan komposisi usia tenaga kerja.

Di sisi lain, bertambahnya populasi lansia juga membuka peluang baru. Kebutuhan akan layanan kesehatan, teknologi pendukung, produk keuangan, hingga industri perawatan lansia diperkirakan akan terus meningkat. Jika dipersiapkan sejak sekarang, perubahan demografi ini bukan hanya menjadi tantangan, tapi juga dapat menjadi peluang ekonomi yang besar di masa depan.

Pertumbuhan populasi lansia ternyata bukan hanya terjadi di negara-negara yang selama ini dikenal memiliki masyarakat berusia tua. Justru banyak negara dengan penduduk yang relatif muda, termasuk Indonesia, diproyeksikan mengalami peningkatan jumlah lansia yang sangat cepat hingga tahun 2040. Perubahan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran yang mengubah struktur umur penduduk.

Karena itu, memahami tren demografi sejak sekarang menjadi langkah penting agar masyarakat dan pemerintah bisa lebih siap menghadapi kebutuhan di masa depan. Dengan persiapan yang tepat, pertumbuhan populasi lansia dapat menjadi peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua generasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article