Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diserang Drone, Kilang Minyak Zawiya di Libya Terbakar Hebat
potret kilang minyak (pexels.com/Loïc Manegarium)
  • Serangan drone pada 10 Agustus 2026 memicu kebakaran sejumlah tangki berisi sekitar 4,5 juta liter bensin di Kilang Zawiya, Libya.
  • NOC menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka, kerusakan sekitar kilang tidak berarti, dan situasi telah aman setelah pemadam kebakaran menangani api.
  • Parlemen Libya mengecam serangan terhadap fasilitas vital tersebut; pelaku belum diketahui, sementara operasi dapat ditangguhkan jika serangan berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kilang minyak Zawiya di Libya diserang sejumlah drone pada Senin (10/8/2026) malam waktu setempat. Serangan itu membuat sejumlah tangki penyimpanan minyak yang ada di sana terbakar hebat. Sebab, menurut keterangan Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC), Selasa (11/8/2026), tangki tersebut berisi sekitar 4,5 juta liter bensin. 

Dalam sebuah video yang dirilis Al Jazeera, terlihat kobaran api yang sangat besar di sekitar area kilang hingga membuat langit malam ketika itu berubah menjadi merah. NOC mengatakan, petugas pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api tersebut. Menurut NOC, tidak ada korban tewas maupun korban luka dalam insiden ini. NOC juga menambahkan tidak ada kerusakan berarti di sekitar area kilang. Saat ini, keadaan sudah aman dan terkendali.

1. Parlemen Libya mengecam serangan terhadap kilang minyak Zawiya

ilustrasi parlemen (unsplash.com/Joakim Honkasalo)

Parlemen Libya mengecam keras serangan drone yang menghantam kilang minyak Zawiya pada Senin. Dalam sebuah pernyataan, parlemen Libya mengatakan pelaku serangan harus bertanggung jawab penuh terhadap serangan yang mereka lakukan di kilang minyak Zawiya. Sebab, kilang tersebut merupakan fasilitas vital milik negara. Jika terjadi kerusakan, maka produksi minyak akan terhambat sehingga perekonomian negara akan terganggu.

“Komite Energi dan Sumber Daya Alam Dewan Perwakilan Rakyat Libya mengutuk keras serangan kriminal yang menargetkan Kilang Zawiya, salah satu fasilitas terpenting di sektor minyak dan gas yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional,” demikian bunyi pernyataan resmi parlemen Libya.

2. Kilang minyak yang diserang drone merupakan milik Brega Petroleum Marketing Company

potret kilang minyak (pexels.com/Michael Pointner)

Kilang minyak Zawiya yang diserang drone tadi merupakan milik Brega Petroleum Marketing Company. Brega Petroleum Marketing Company merupakan salah satu perusahaan minyak nasional di Libya yang dikelola oleh NOC. NOC mengatakan, jika ada serangan lanjutan, pihaknya akan meminta perusahaan tersebut agar menghentikan operasi di sekitar area kilang untuk sementara waktu. 

Kilang minyak Zawiya sendiri merupakan kilang terbesar yang ada di Libya. Letaknya ada di 45 kilometer dari barat Ibu Kota Tripoli. Kilang minyak Zawiya menjadi pemasok utama bahan bakar di Libya. Sebab, kilang minyak tersebut bisa memproduksi sekitar 120 ribu barel minyak setiap harinya. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional di Libya.

3. Dalang serangan hingga kini belum diketahui

ilustrasi belum diketahui (pexels.com/Pixabay)

Kilang minyak milik Brega Petroleum Marketing Company sebetulnya sudah dihantam serangan drone sejak Minggu (9/8/2026) pekan lalu. Namun, hingga saat ini, belum diketahui siapa dalang di balik serangan tersebut. Pemerintah Libya menegaskan akan segera melakukan investigasi agar serangan serupa tidak terulang kembali. 

“Dewan direksi perusahaan juga menegaskan bahwa jika serangan ini berlanjut, perusahaan harus menyatakan keadaan darurat dan menangguhkan operasi di kilang tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi NOC, seperti dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article