DPR Ingatkan RI Tak Terlibat Perang meski Jadi Bagian Board of Peace

- Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, mengingatkan agar Indonesia tidak ikut berperang meski menjadi bagian dari Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk untuk menyelesaikan konflik di wilayah tersebut.
- PDIP mendukung langkah Presiden Prabowo bergabung dalam inisiatif perdamaian bentukan Donald Trump, menilai langkah itu sebagai upaya konkret memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian bagi Palestina.
- Prabowo menegaskan komitmen Indonesia mengirim hingga 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza guna memastikan gencatan senjata berjalan efektif dan stabilitas kawasan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto berpesan agar Indonesia tidak terlibat dalam pertempuran bersama Hamas setelah resmi menjadi bagian Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).
Utut mengatakan, situasi di lapangan sangat kompleks karena terdapat berbagai kepentingan dan kekuatan yang saling berhadapan. Menurutnya, kondisi tersebut sebagai realitas konflik dengan banyak varian aktor yang memiliki agenda masing-masing.
“Karena lapangannya kan dari varian Israel begini, varian Hamas begini, varian Mahmud Abbas begini. Kalau kita pesan kan jangan sampai kita terlibat dalam pertempuran,” kata Utut di NasDem Tower, Kamis (19/2/2026) malam.
1. Langkah Prabowo dinilai selangkah lebih maju

Ia menekankan, pada prinsipnya Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina. PDIP pun mendukung Presiden Prabowo untuk membawa misi perdamaian dalam organisasi tersebut.
Menurut Utut, langkah Prabowo bergabung dalam bagian organisasi perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selangkah lebih maju dalam misi kemerdekaan Palestina.
"Nah sekarang, Pak Prabowo melangkah. Kita kasih kesempatan dong. Kalau tanpa langkah itu kan hanya cuman yeyeyeye Kalau ini Pak Prabowo melangkah. Ini sudah satu step lebih maju. Kita dukung," kata Wasekjen DPP PDIP itu.
2. Prabowo yakin visi Trump damaikan Gaza berhasil

Presiden Prabowo Subianto hadir pada pertemuan perdana anggota BoP di Washington D.C., Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Pada sambutannya, Prabowo yakin visi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bisa membawa perdamaian di Gaza.
"Sejak hari pertama, kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan. Akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump," ujar Prabowo dalam tayangan yang disiarkan di kanal YouTube DWS News, Kamis (19/2/2026).
"Visi perdamaian sejati ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kita akan menang. Kita akan mencapai impian kita tentang perdamaian di Palestina, perdamaian, solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza," sambungnya.
3. Indonesia bakal kirim pasukan ke Gaza

Prabowo menyatakan, komitmen Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Tujuannya, agar gencatan senjata di Gaza bisa sepenuhnya berhasil.
"Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8 ribu atau lebih jika perlu. Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mewujudkan perdamaian ini," kata Prabowo.
Sementara itu, Trimp mengultimatum Hamas agar kooperatif menyerahkan senjata. Ia turut menyoroti perannya dalam membawa perdamaian ke Gaza, dan mengembalikan jenazah sandera Israel.
Ia menyebut peperangan di Gaza sudah berakhir meski masih ada gejolak kecil. Trump mengimbau kepada Hamas agar menyerahkan senjata. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka Hamas siap menghadapi konsekuensi yang sangat berat.
"Hamas, saya pikir mereka akan menyerahkan senjata mereka, seperti yang telah mereka janjikan," ujar Trump dalam pidatonya.

















