Jakarta, IDN Times - Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina, menegaskan akan kembali ke negaranya pada Desember mendatang, meski menghadapi hukuman mati setelah divonis bersalah secara in absentia atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Hasina, yang membantah seluruh tuduhan dan menyebutnya bermotif politik, mengatakan akan mengungkapkan jadwal kepulangannya ketika waktunya dianggap tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam interaksi media yang diselenggarakan Foreign Correspondents' Club of South Asia di New Delhi pada peringatan dua tahun penggulingannya dari kekuasaan. Dalam penampilan publik pertamanya sejak melarikan diri ke India pada 2024, Hasina hanya berbicara melalui sambungan audio tanpa menampilkan video.
"Saya akan kembali kepada rakyat saya. Saya tahu mereka mungkin akan memenjarakan saya atau membunuh saya, apa pun bisa terjadi, tetapi saya tetap harus kembali," kata Hasina pada 5 Agustus 2026. Ia juga menuntut agar larangan terhadap partainya, Liga Awami, dicabut, dilansir The Straits Times pada Kamis (6/8/2026).
