Jakarta, IDN Times - Eks Presiden Serbia, Aleksandar Vucic dan partai politiknya, Partai Progresif Serbia (SNS) akhirnya mengakui kekalahannya dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen pada Minggu (25/10/2026). Kekalahan ini menandai akhir dari kekuasaan SNS di Serbia selama 14 tahun lamanya.
Kekalahan SNS menunjukkan hasil perjuangan warga Serbia dalam 2 tahun terakhir. Demo yang diprakarsai oleh mahasiswa ini berhasil mendorong simpati publik untuk menentang pemerintahan Vucic yang dipandang gagal usai insiden robohnya atap stasiun pada 2024 yang menewaskan 16 orang.
