Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eks Presiden Serbia Akui Kekalahan dari Pergerakan Mahasiswa di Pemilu

3 min read
Eks Presiden Serbia Akui Kekalahan dari Pergerakan Mahasiswa di Pemilu
Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. (Medija Centar Beograd, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Aleksandar Vucic mengakui SNS kalah dari Student List dalam pemilu parlemen Serbia, mengakhiri dominasi partainya selama 14 tahun dan menempatkan SNS sebagai oposisi.
  • Student List diproyeksikan meraih 135–140 kursi, sementara SNS sekitar 105 kursi; kelompok ini akan membentuk pemerintahan baru dengan kandidat dari beragam latar belakang nonpolitik.
  • Kemenangan gerakan mahasiswa mengikuti dua tahun demonstrasi yang mendapat simpati publik setelah insiden runtuhnya atap stasiun pada 2024 menewaskan 16 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Eks Presiden Serbia, Aleksandar Vucic dan partai politiknya, Partai Progresif Serbia (SNS) akhirnya mengakui kekalahannya dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen pada Minggu (25/10/2026). Kekalahan ini menandai akhir dari kekuasaan SNS di Serbia selama 14 tahun lamanya. 

Kekalahan SNS menunjukkan hasil perjuangan warga Serbia dalam 2 tahun terakhir. Demo yang diprakarsai oleh mahasiswa ini berhasil mendorong simpati publik untuk menentang pemerintahan Vucic yang dipandang gagal usai insiden robohnya atap stasiun pada 2024 yang menewaskan 16 orang. 

  1. 1. Vucic akui kekalahan SNS dari Student List

    bendera Serbia
    ilustrasi bendera Serbia (unsplash.com/thestefankostic)

    Vucic mengatakan bahwa SNS sudah kalah dari Student List di pemilu parlemen. Ia mengakui bahwa partainya akan mendapatkan kursi lebih sedikit di parlemen. 

    “Ini sudah jelas bahwa kita kalah dalam pemilu ini. Student List menang, mereka akan mendapatkan 135 dan 140 kursi dan kita hanya mendapatkan 105 kursi di parlemen. Tidak ada partai lain di parlemen,” ungkapnya, dikutip dari RFE/RL. 

    Dalam pemilu parlemen Serbia kali ini diketahui lebih dari 2.400 kandidat mencalonkan diri. Namun, hanya 250 kandidat yang terpilih masuk ke parlemen untuk membentuk pemerintahan. 

    Dengan kekalahan ini, Vucic mengakui bahwa SNS akan menjadi oposisi di Serbia. Pada akhir September, Vucic memutuskan mundur dari kursi presiden untuk mencalonkan sebagai perdana menteri dan menjadwalkan pemilu parlemen lebih awal.

  2. 2. Student List akan bentuk pemerintahan baru di Serbia

    bendera Serbia
    ilustrasi bendera Serbia (unsplash.com/thestefankostic)

    Kandidat dari Partai Student List, Ilija Srdanovic mengatakan bahwa ia dan rekannya akan membentuk pemerintahan baru di Serbia. Ia menyambut baik kemenangan tersebut dan menunjukkan perubahan sangat mungkin terjadi. 

    “Kami menunjukkan bahwa perubahan mungkin terjadi ketika ada niat untuk dilakukan. Sekarang, kami harus menunjukkan diri kami berharga. Mahasiswa sudah menang. Kami ingin membangun sebuah negara bersama di mana semua punya hak kebenaran, suaranya, dan masa depan,” terangnya. 

    Dilansir TVP World, kandidat anggota parlemen dari Student List bukan dari kalangan politikus terkenal melainkan berasal dari orang di luar dunia politik. Sebagian besar dari mereka berasal dari dosen universitas, aktor, petani, dan lainnya. 

  3. 3. Vucic dan SNS mendominasi politik Serbia

    suasana Belgrade, Serbia dari atas
    suasana Belgrade, Serbia dari atas (unsplash.com/centosfotos)

    Dilansir Euronews, selama 14 tahun terakhir, Vucic dan SNS sudah mendominasi politik di Serbia lewat berbagai cara, baik pemilu terorganisir, pengaruh politik termasuk kontrol media dan personalisasi politik. Hasil pemilu ini menunjukkan pengaruhnya sudah mencapai batas. 

    Sebelumnya, Vucic dan SNS selalu menampik dugaan korupsi, tindakan represif dan spionase kepada oposisi. Bahkan, Vucic dan SNS menuding mahasiswa yang menggelar demonstrasi besar didanai oleh agen asing dari Kroasia dan Montenegro. 

    Sejumlah pendukungnya menilai Vucic masih jadi sosok yang memodernisasi Serbia. Tokoh politik Serbia itu dikenal akan proyek pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, kereta api, sekolah, dan rumah sakit. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More