Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Kota Nizwa, Pusat Penghasil Kurma dan Kerajinan Logam di Oman

5 Fakta Kota Nizwa, Pusat Penghasil Kurma dan Kerajinan Logam di Oman
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/dconvertini)

Kota Nizwa merupakan salah satu kota tertua di Oman yang berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat pedalaman. Terletak di wilayah Ad Dakhiliyah, kota ini memiliki peran penting dalam perkembangan agama, pertanian, dan pendidikan di Oman.

Kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan yang kering membuat Nizwa mampu membangun sistem sosial dan ekonomi yang stabil. Berikut adalah lima fakta mengenai peran Nizwa dalam sejarah dan kemajuan Oman hingga saat ini.

1. Nizwa sebagai pusat pendidikan Islam

Kota Nizwa
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/Francesco Bini)

Nizwa dikenal sebagai pusat imamat ibadi yang menjadi ciri khas keagamaan di Oman sejak abad ke-8 Masehi. Tokoh pendiri mazhab ibadi, Imam Jabir bin Zaid, lahir di desa Firaq yang lokasinya dekat dengan Nizwa. Kota ini pernah menjadi ibu kota imamat ibadi yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan hukum, terutama pada periode 1913 hingga 1958. Masjid Agung Nizwa pada masanya merupakan lembaga pendidikan utama yang menghasilkan ulama dan teks hukum islam.

Sejarah Islam di kota ini dimulai pada tahun 630 Masehi ketika penduduknya menerima dakwah melalui surat dari Nabi Muhammad SAW. Perwakilan dari Nizwa kemudian pergi ke Madinah untuk memeluk Islam dan membawa guru agama kembali ke kota mereka. Hal ini menjadikan Nizwa sebagai salah satu kota pertama di Semenanjung Arab yang merespons ajaran Islam. Hingga kini, tradisi keilmuan tersebut dilanjutkan melalui berbagai institusi pendidikan modern.

2. Sistem irigasi kuno falaj mendukung keberlanjutan pertanian

Kota Nizwa
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/dconvertini)

Kehidupan pertanian di Nizwa bergantung pada sistem irigasi tradisional yang disebut falaj. Salah satu yang utama adalah falaj daris, yang telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2006. Sistem ini menggunakan terowongan bawah tanah untuk menyalurkan air dari sumber bawah tanah ke pemukiman warga. Dengan bantuan gaya gravitasi dan pengaturan waktu pembagian air, sistem ini mampu mengairi lahan pertanian meskipun curah hujan di wilayah tersebut sangat rendah.

Pengelolaan air ini dilakukan secara komunal melalui kerja sama antarwarga dalam merawat saluran dan membagi air untuk kebun serta kebutuhan rumah tangga. Meski saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim, sistem falaj masih memasok sekitar 30 hingga 50 persen kebutuhan air nasional di Oman. Teknologi tradisional ini terbukti mampu menjaga ketahanan pangan kota selama ribuan tahun.

3. Posisi strategis Nizwa di kaki pegunungan Hajar Barat

Kota Nizwa
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/dconvertini)

Nizwa terletak di kaki pegunungan Hajar Barat dengan ketinggian sekitar 492 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini menjadikan Nizwa sebagai jalur penghubung antara wilayah pedalaman dengan ibu kota Muscat di pesisir serta wilayah Dhofar di selatan. Secara iklim, wilayah ini memiliki suhu sejuk sekitar 12 derajat Celcius pada musim dingin dan bisa mencapai 45 derajat Celcius saat musim panas.

Letak geografis ini mendukung terbentuknya pola ekonomi masyarakat. Lahan pertanian hijau tumbuh di sepanjang aliran wadi, seperti Wadi Kalbouh dan Al Abiad, yang mendapatkan air dari sistem falaj. Selain menjadi pusat hijau di tengah kawasan gersang, posisi Nizwa yang dikelilingi pegunungan juga membantu menjaga identitas budaya dan tradisi masyarakat setempat dari pengaruh luar.

4. Peran Nizwa sebagai pusat produksi kurma dan kerajinan logam

Kota Nizwa
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/dconvertini)

Sejak abad ke-6 Masehi, Nizwa telah menjadi pusat perdagangan dan produksi kurma di pedalaman Oman. Perkebunan kurma di kota ini membentang sepanjang delapan kilometer mengikuti aliran wadi. Selain sektor pertanian, pada awal abad ke-20, Nizwa juga dikenal sebagai pusat industri pengolahan logam. Para pengrajin setempat memproduksi peralatan tembaga dan senjata tradisional yang diperdagangkan ke berbagai wilayah.

Selain kurma dan logam, ekonomi masyarakat juga didukung oleh kerajinan tangan seperti pembuatan tikar dari jerami. Sebagai pusat pasar regional, Nizwa memfasilitasi pertukaran barang antara penduduk wilayah pedalaman dengan wilayah pesisir. Peran ekonomi ini terus dipertahankan melalui program diversifikasi ekonomi yang sejalan dengan visi pembangunan Oman di masa depan.

5. Pengembangan pendidikan modern dan kewirausahaan di Nizwa

Kota Nizwa
Kota Nizwa (commons.m.wikimedia.org/Dr. Thomas Liptak)

Saat ini, Nizwa bertransformasi menjadi pusat pendidikan modern dengan keberadaan Universitas Nizwa dan berbagai lembaga teknik. Pada tahun 2024, kota ini bergabung dalam jaringan kota pembelajaran UNESCO. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan warga asing yang menetap di sana.

Sektor kewirausahaan di Nizwa juga diperkuat melalui dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam hal akses pemasaran dan penggunaan platform digital. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis pengetahuan. Selain itu, pengakuan sebagai "kota sehat" dari WHO menunjukkan bahwa Nizwa berhasil memadukan kemajuan pendidikan dan praktik ramah lingkungan tanpa meninggalkan akar budaya mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in News

See More

Dinilai Berbahaya, YouTube Blokir Kanal Video Animasi Pro-Iran

20 Apr 2026, 07:09 WIBNews